Bila telinga kemasukan serangga

Ada yang pernah ngalamin telinganya kemasukan serangga?

Saya pernah! Dua kali.Yang pertama ketika masih SD. Waktu itu saya sedang bersepeda hendak berangkat sekolah, tiba tiba saja telingga saya berkurang pendengarannya ( seperti ketika kita sedang menyelam). Sampai ketika jam istirahat, saya dan teman teman bermain pistol air yang kebetulan saat itu tembakannya mengenai sisi kuping saya. Lalu tiba – tiba keluar laba – laba berukuran cukup besar. Weleh weleh dikira gua apa ya kuping saya.

Nah beberapa waktu lalu ketika lagi asyik browsing tiba – tiba telingga saya terasa gatal dan terdengar suara kresek – kresek. Eng ing eng kejadian lagi niiih… Mana piko lagi beli jajanan ke luar sama kakak. Segera saja saya panggil si teteh di lantai atas dengan nada cemas ala sinetron.

Teteh yang udah kriyep – kriyep matanya turun dan nyamperin saya.

Trus ada adegan gini…:

Saya : ” Aduuuh teh tolongin saya…” ( setengah mewek)

Teteh : ” Tolong apa bu?” ucek ucek mata

Saya : Grasak – grusuk cari cottonbud sama senter. Mana senternya mati lagi… Langsung grasak grusuk cari batre…Pas dipasang batre baru oalahhhh ternyata senternya yang rusak. Buru – buru ambil lampu emergensi.

Pas dikasih ke si teteh…

Teteh : ” ibu kenapa siiiih?’ pake muka flat

Saya : ” Ini kuping saya kemasukan binatang….” (sambil masih megang lampu emergensi) ” Tolong kamu liatin… trus diapain yaaa… Aduuuh saya bingung ini kalau dikorek pake cotton bud takutnya malah tambah dalam lagi tuh binatang.”

Teteh : (muka santai banget).”Oooh kemasukan semut” ( ngga mau nerima lampu emergensi dari saya)

Saya : ” Bukan teh…. suaranya gede banget.. ini mah bukan semut”

Teteh : ” Udah ibu tutup aja telinga yang sebelahnya rapet – rapet… saya mah sering begitu ntar juga semutnya kluar sendiri”.

Saya : (nurut) nutup telinga kanan (meski sambil sangsi).

Teteh : ( ceramah) itu kl (telinga)yang sebelah di tutup ntar binatangnya kegelapan trus dia nyari cahaya… jadi keluar deh. Bla bla bla….

Saya : ( pengen ngebantah plus ketawa) masa iya ( dalam hati)

Untung belum sempat keluar omongan, itu binatang sudah keluar….WHAT ????! Dan benar saudara – saudara yang keluar semut ( yg kecil banget lagi, semut bayi).

Teteh : “Tuh kan bener… semut kan…”. Sudah ya bu saya tidur dulu “.

Saya : Iya … makasih ya teh (silence….)

 

Meski ngga nerima argumentasinya tapi cara si teteh terbukti ampuh.

Subhanallah ilmu bisa datang kapan saja dari siapa saja. Alhamdulillah tambah ilmu, makasih ya teh.

 

Iklan

Officialy Ompong

Setelah otek beberapa hari lamanya, akhirnya gigi seri bawah Aura copot juga pada tanggal 5 Mei lalu.

 

 

gignya imut .....

gignya imut …..

 

 

Pada saat awal otek Aura sempat terkesan agak cemas, Dia menelpon saya sepulang sekolah dan mengadu bahwa gigi bawahnya goyang dengan nada yang sedikit ketakutan. Di telpon saya tanya, “apakah aura baru saja jatuh atau terbentur” ? “Dia bilang tidak dan meyatakan bahwa giginya otek begitu saja”. Sepulang kerja saya cek giginya dan saya beri penjelasan bahwa itu hal yang wajar terjadi di usianya. Ohya tak lupa saya tunjukan beberapa video di You tube yang berkaitan dengan gigi tanggal pada anak- anak.

Ada  satu video yang menarik perhatian aura dan ingin dicobanya. Karena saat menonton saya bercerita bahwa ketika kecil setiap gigi otek saya tidak mau ke dokter gigi dan lebih suka dipasangkan benang lau saya tarik – tarik sambil tiduran.

Syukur tidak harus pake proses seperti diatas, gigi aura tanggal dengan sendirinya 🙂 🙂

 

 

Oh ya sedikit informasi tentang gigi hasil penjelajahan saya di google :

Definisi :

Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata (sumber mas wiki:http://id.wikipedia.org/wiki/Gigi)

Jenis :

Gigi

Pada manusia dapat ditemui 4 (empat) macam gigi yang terdapat pada mulut disertai dengan arti definisi dan pengertian yaitu :
1. Gigi Seri
Gigi seri adalah gigi yang memiliki satu akar yang berfungsi untuk memotong dan mengerat makanan atau benda lainnya.
2. Gigi Taring
Gigi taring adalah gigi yang memilki satu akar dan memiliki fungsi untuk mengoyak makanan atau benda lainnya.
3. Gigi Geraham Kecil/ Molar
Gigi graham kecil adalah gigi yang punya dua akar yang berguna / berfungsi untuk menggilas dan mengunyah makanan atau benda lainnya.
4. Gigi Geraham
Gigi geraham adalah gigi yang memiliki tiga akar yang memiliki fungsi untuk melumat dan mengunyah makanan atau benda-benda lainnya.
Info lebih lanjut tentang Macam, Jumlah dan Waktu tumbuh dan tanggal gigi saya dapat dari blog dokter cantik disini

Macam Dan Jumlah Gigi
Secara garis besar, gigi itu ada dua macam yaitu gigi susu dan gigi tetap. Gigi susu merupakan gigi yang tumbuh pada usia 6-30 bulan dan akan tanggal pada usia 6-12 tahun dan digantikan oleh gigi tetap.

image

Gigi susu terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring dan 8 gigi geraham (molar) sehingga totalnya ada 20 gigi.

image

Pada gigi tetap terdapat 32 gigi, 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham kecil (premolar), dan 12 gigi geraham (molar)*.

Kalau fungsi-fungsi dari berbagai bentuk gigi itu masih pada inget kan?
*Pelajaran SD*

Waktu Tumbuh Gigi Susu dan Gigi Tetap
Gigi itu tumbuh semacam ada urutannya. Untuk gigi susu yang paling pertama tumbuh adalah gigi seri rahang bawah sedangkan untuk gigi tetap gigi geraham yang paling pertama tumbuh. Periode gigi tetap dimulai sekitar 6-7 tahun, sayangnya saat umur segitu anak-anak kebanyakan masih belum telaten ngurusin giginya dan orang tua belum tentu peduli, jadi gak jarang gigi tetap ada yang udah keburu rusak pas masih SD. Sayang banget. 😥

image

Kalau lihat dari tabelnya sih Aura sesuai masa ya…

Meneruskan tradisi saya ketika kecil  yakni mengumpulkan gigi tanggal, saya juga menyimpan gigi aura dalam kotak sebagai kenang- kenangan.

Aura sempat protes karena ‘teteh’ di rumah keburu ngajarin dia kalau gigi bawah tanggal harus dilempar ke atas supaya tumbuh (mitos yg juga dulu saya lakukan siiih.hehe). Saya teteup kekeuh supaya giginya disimpan di kotak ( Hak prerogatif EMAK .wkwkw) Walaupun akhirnya koleksi gigi saya itu hilang entah kemana ketika pindahan rumah, well setidaknya kalau punya Aura hilang dia punya tulisan ini sebagai kenangan.

Selamat Ompong kakak…semoga gigi tetap yang tumbuh nanti sehat dan bikin kakak tambah cantik.

Satu step kehidupan lagi telah kau lewatin nak.. Alhamdulillah. 

Bay Walk

Libur panjang di akhir Maret 2014 kami ‘menemukan’ tempat  nongkrong yang cukup cozy yakni BayWalk Mall.

Awalnya karena Piko janjian sama customer di mall ini, dia langsung foto- foto pemandangan disana dan kirim via bbm ke saya. Kalimat pelengkapnya gini  ” keren deh neng, aku berasa jadi Nuh. Next wiken kita ajak anak-anak kesini”

Next wikennya berangkatlah kami kesana, ternyata Baywalk ini bersebelahan dengan muara karang tempat makan seaafood itu loh ( yahh kalau murka mah dulu saya sering kesini.. Maklum semenjak jadi penduduk tangerang saya jarang nyaba kota nih).

Saat kami kesana cuaca mendukung banget, mataharinya lagi teduh. Ditambah angin laut yang sepoi – sepoi bikin krucils betah disini.

women on top....hihi

women on top….hihi

aura,el dan 2 orang sepupunya

aura,el dan 2 orang sepupunya

 

Pemandangan sedikit terganggu, karena masih ada aktivitas reklamasi.

pemandangan ini yang piko bilang bikin kita berasa jadi nabi Nuh

pemandangan ini yang piko bilang bikin kita berasa jadi nabi Nuh

Pemandangan apartemen diujung pantai tersebut membuat perasaan saya campur baur antara terkesan dan miris. Terkesan karena ciptaan manusia bisa begitu Indah tapi sekaligus miris karena kok malah saya merasa rekayasa keindahan yang seperti ini justru yang membuat keindahan bumi tua kita terasa semu/artifial.

 

Apalagi kalau lihat foto yang ini

konstruksi mall dan apartemen yang belum selesai

konstruksi mall dan apartemen yang belum selesai

Duuuuh kesannya manusia itu JUMAWA bangets 😦

Over all, Baywalk lumayan lah buat alternatif liburan akhir minggu. Kita dapat suasana mall yang sedikit berbeda karena pemandangannya yang langsung laut luas.

Kurang lebih empat jam disini saya cuma keluar uang buat makan..

Bandar Jakarta

Bandar Jakarta

 

bandar jakarta

bandar jakarta

 

Catatan kecil :

– Parkiran di basement Baywalk agak berbau amis, mungkin karena dekat pantai

– Mushola Baywalk terletak di lantai 1. Recomended karena bersih dan terawat ( mungkin karena jarang ada yang pakai kali ya?? hihi)

– Oh ya ada fish pond kecil di pelataran Mallnya seperti ini :

kolam ikan

kolam ikan

 

kolam kecil

kolam kecil

 

Besok kalau kesini lagi saya bakal bawa buku…seru kayanya kalau baca ditemani hembusan angin pantai.

 

Alhamdulillah.

Perpanjang SIM di SIM keliling

Bentar lagi bulan Mei niih…Bulan favorit saya karena saya lahir di bulan ini plus di Mei banyak libur nasional ( biasanya). Yeaaay !

Selain bulan favorit bulan Mei juga jadi bulan yang bikin saya deg-degan karena dibulan ini pengeluaran saya extra dibanding bulan2 lain. Pertama saya harus mencadangkan dana untuk traktir ultah, trus bayar pajak si pink plus perpanjang SIM dan KTP ( yg dua terakhir tidak tiap tahun siih tapi karena bukan tipe penabung ya bila tiba saatnya berasa juga keluar duitnya euy).P

Pagi tadi saya menunaikan kewajiban saya sebagai warga negara yang baik untuk memperpanjang SIM saya yang mau habis di awal Mei ini. Wah ngga terasa sudah 5 tahun saya resmi jadi biker.  Saya yang dulunya sempat digosipin ma sekumpulan tukang ojek di komplek irit ( atau ngga punya duit ??) gara – gara saya tidak pernah pakai jasa mereka. Sampai kebetulan ada satu tukang ojek yang saat itu lagi pacaran sama mpok (ast Rt ibu saya), nawarin naik ojek gratis. Tetep aja saya ngga mau..la wong saya takut naik motor. Gosipnya akhirnya Clear berkat penerangan dari jubir saya ( si mpok.hehehe). Sekarang? jangan ditanya deh. Bikers sejati.hihi

Berhubung hari sabtu piko masih kerja jadi saya beranikan diri untuk coba mengurus sendiri ( cieee.. i’m so independent critanya).

Berbekal browsing dari mbah google tentang lokasi mobil SIM keliling berangkatlah saya menuju City mall. Sampai City mall jam 09.18 syukur mobilnya beneran ada disana karena referensi dari google yang saya baca sudah agak lama saya takut lokasinya tidak update.Ketika saya tiba  antrian sudah cukup panjang, segera saya masuk ke dalam mobil.

tampak sebagian dari antrian

tampak sebagian dari antrian

Informasi dari petugas  syarat untuk pengurusan harus menyerahkan SIM lama dan selembar fotokopi KTP. Lalu petugas tsb memberikan saya form untuk diisi, setelah diisi form segera dikembalikan untuk kemudian mendapat nomer antrian. Karena antriannya panjang saya cukup lama menunggu, tapi berhubung lokasinya di mall kreatiflah saya..kesempatan buat saya cuci mata nih, lihat yang lucu – lucu

Lihat – lihatnya sebentar aja sih, takut namanya dilewat kalau pas di panggil ngga ada. Jadi kembali lah saya duduk manis di pelataran mall berbekal segelas teh poci dingin ( slurpp). Teh poci udah mau abis tapi kok belum dipanggil-panggil ?? Saya rasa banyak orang yg setuju kalau menunggu itu membosankan yaa..Eh masih inget kan kalau saya baru punya smartphone android, Sementara BB saya sudah habis baterainya , nah si hp ini cukup membantu saya nih pas nunggu, dari mulai duduk manis sampai dipanggil sudah sudah bisa main candy crush, baca lebih dari 10 artikel di http://www.eramuslim.com sama ngaji 11 ayat.Hihi kebayang ga tuh lamanya…

 

Then… akhirnya saya dipanggil. Masuk ke dalam saya lalu diminta untuk tanda tangan di selembar kertas putih, trus nunggu giliran di foto. viola…ngga nyampe 10 menit si SIM baru sudah jadi.yesss!

Sim baru saya ...yeay

Sim baru saya …yeay

Berikut rinciannya :

Waktu            : 09.18 s/d 11.30 ( mulai datang, antri sampai SIM selesai)

Biaya             : Rp. 145.000 ( saya tidak dikasih rinciannya. oh ya ini untuk SIM C  yaa)

                           Rp. 5.000 (untuk laminating SIM, ada orang yang buka lapak di samping mobil SIM kelilingnya)

Biaya lain- lain : hmmm… perlu disebutin ngga yaaa…..pokoknya selama disana saya sempat beli grocery di Giant, beli celana panjang buat kakak 2 biji, beli roti-roti, beli…… ( ngga dilanjutin ah,, takut ada yang komen)

Informasi tambahan untuk SIM keliling di Tangerang yang saya tahu ( update per hari ini)

Hari Rabu : Pasar Laris Taman  Cibodas

Hari Sabtu : City Mall

Hari Minggui : Giant extra yg di dekat Rs.Annisa

Waktu operasional dari jam 08.00 sd 12.00

Ayo – ayo yang SIMnya mau expired silahken diperpanjang…Mudah,murah dan dekat  🙂 🙂

 

Tambah satu pengalaman hari ini, Alhamdulillah.

Iri, Dengki dan Fitnah

Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Salah satu ajaran alm ibu saya yang paling melekat adalah agar untuk selalu berdoa minta dijauhkan dari Iri, Dengki dan Fitnah. Ketika masih berstatus anak ( belum berumah tangga) saya tidak terlalu mempedulikan tiga hal ini. Kenapa ? selain karena selalu dicukupi oleh kedua ortu , saya juga tinggal di lingkungan yang relatif homogen. jadi yang namanya iri, dengki dan fitnah jauuuuuh.
Apa sih iri, dengki dan fitnah?? Berikut jawaban mbah google:
IRI

1. merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dsb); cemburu;

DENGKI

menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) krn iri yg amat sangat

FITNAH

1. perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): — adalah perbuatan yg tidak terpuji;

Lulus kuliah dan mulai bekerja  mulai membuka mata saya bahwa setiap orang mempunyai cerita dan latar belakang yang berbeda. Selain mengetahui ada banyak orang yang (mungkin) tidak seberuntung saya, pada saat bersamaan saya juga melihat banyak orang yang hidupnya terlihat lebih menyenangkan dibanding saya.
Saya masih ingat perasaan iri pertama kali menyapa saya ketika baru lulus kuliah. Waktu itu saya dan teman kuliah saya sama- sama melamar kerjaan di perusahaan yang sama. menyingkirkan beberapa puluh pelamar lainnya akhirnya kami berdua dihadapkan pada direktur perusahaan tsbt. Saya yang waktu itu masih sangat kekanak2an ( sampai sekarang masih deeh) menjawab pertanyaan pak direktur dengan tidak serius, akhirnya bisa ditebak yang diterima adalah teman saya tsbt. Selain merasa kecewa karena tidak maksimal pada saat interview saya juga merasa iri sekali dengan teman saya itu karena  jarak beberapa minggu dari kelulusan dia sudah mendapat pekerjaan. Iri hati saya bertambah ketika teman saya itu menikah dan memiliki rumah lebih dulu dari saya. Saya meratapi nasib saya yg saat itu masih numpang di rumah org tua dan terpaksa berhenti kerja karena hamil aura.
Puji syukur sebelum rasa iri saya itu berubah menjadi dengki Allah memberi saya pelajaran yang amat sangat berharga! Ternyata teman saya tersebut mendapat cobaan dari Allah yg kalau diberikan kpd saya rasa- rasanya tidak sanggup saya pikul. jangan salah sangka yaaa…syukur saya itu bukan karena teman saya  mendapat cobaan tapi karena saya merasa ‘dipampangi’ oleh Allah , ini loh yang kamu irikan…ini loh yang bikin kamu tidak mensyukuri hidupmu!!!
LESSON LEARNED.Rumput tetangga mungkin lebih hijau tapi pasti biaya perawatannya lebih tinggi 🙂 !
Cukup sampai disitu belajarnya ? Ngga…
Ternyata selain merasa rasa iri kita bisa jadi penyebab (orang lain iri ke kita). Hal ini yang menjadi renungan di masa tua alm ibu saya.Ketika sedang dalam titik terendah dalam hidupnya ibu saya bilang. Mungkin Allah kasih pelajaran seperti ini karena dulu kita sempat menyakiti orang lain dengan membuat orang lain iri hati terhadap kita.
Beneran loh menjadi penyebab iri hati lebih susah dihindari ketimbang menjadi Korban. apalagi di jaman modern seperti ini dimana orang mempunyai kecenderungan untuk menampak – nampakkan. ga percaya ?
Yang punya sosmed seperti facebook, insta,BBM dll… ada kan kenalan temannya yang punya hobi update status yang bisa bikin orang mupeng dan meratapi nasib? Atau malah kita sendiri yang suka kaya gitu ??
Contohnya nih : @ Sentosa island, bye black welcome reddish (sambil masang foto lamborghini), my minimalis home ( pajang foto rumah 200m tingkat 2 di lokasi elit) dll. Kalau ada update-an seperti itu yang baca pastikan melongo…minmal KEPO lah.hihi
Jangan langsung nyalahin orang yang suka menampak-nampakan juga sih. Selain karena mungkin dia tidak bermaksud bikin kita iri, hati kita ya tanggung jawab kita.
Trus gimana donk..
Nih jawabannya…bukan dari saya…
Jawabannya langsung dari Allah dan Rasullulah 🙂
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]

Rasululah SAW bersabda,
“Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.”
(HR. Muslim).

 

Lebaran, Ibu dan Belajar Masak

Tahun 2008 tiba – tiba saja saya tidak terlalu antusias menyambut  Hari Raya Idul Fitri. Saya masih ingat sekali malam takbiran di tahun itu, rumah rasanya sepi sekali cuma ada saya, suami dan anak saya yang belum genap setahun. Yup Tahun itu kali pertama saya berlebaran tanpa orang tua, Ibu saya meninggal hanya berselang 6 bulan setelah ayah meninggal.

Tanpa mengesampingkan esensi Agama di hari raya tersebut, tapi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tambah bermakna dengan adanya tradisi –  tradisi lokal. Kumpul keluarga besar, salam tempel, baju baru dan tentu saja masakan khas yang mungkin cuma muncul setahun sekali.

Masakan khas ini yang menjadi isu karena tak lama berselang dari kedua orangtua meninggal, saya langsung dihadapkan pada Hari raya idul Fitri. Terus terang saya untuk soal masak memasak  saya NOL besar. Punya ibu pekerja luar rumah serta beberapa pembantu di rumah membuat saya tidak pernah ‘menyentuh’ dapur. Sewaktu kecil jika mau bantu- bantu di dapur saya pasti diusir  karena dianggapnya bikin ribet. Saya tidak kenal bumbu dapur, mana jahe mana lengkuas. mana kencur mana kunyit. Begitu pula ketumbar dan lada yang bagi saya terlihat sama saja.wkwkwk. Pernah suatu hari saya hendak masak nasi di magic jar, alih alih menggunakan wadahnya saya malah langsung mengisikan nasi plus air ke dalam magic jar. Syukur sebelum saya colokan ke listrik kakak saya melihat dan segera mencegah saya. Kebayangkan bodohnya?

Syukur pada saat itu mpok (pembantu warisan ibu saya) masih kerja sama saya. Sebelum pulang lebaran mpok  saya minta tolong meracikkan bumbu untuk opor. Dengan bantuan mbah google saya pun mencoba untuk memasak. Tepat saat adzan magrib di malam takbiran saya bergegas mencicipi masakan perdana saya tersebut.Rasanya? pastinya tidak seenak opor buatan ibu saya. Tapi alhamdulillah piko masih bersedia untuk memakannya ( no choice sih ya.hihi).

Setelah lebaran lanjut belajar masak? ngga tuh… karena kebetulan saya dapat Ast Rt yang jago masak. Masalah masak – memasak ini  ya cuma timbul kalau mau lebaran pas mereka pulkam.

Jadi ga ada cerita lagi deh berlebaran pake sayur pepaya, bistik daging kuah tomat,opor, sambel goreng hati dan rendang hitam ala ibu saya. Yang tersedia hanya opor ayam, beef teriyaki ( masaknya ngandelin saus teriyakinya saori 🙂 ), serta tepung -tepungan(ex: udang tepung, ayam fillet tepung).

Suami protes? ngga tuh.. selain sabar dan memaklumi kapasitas istrinya. Kami juga sangat tertolong karena selalu numpang makan lebaran di rumah mertua. Hihi

Nah Sejak november lalu, baru pertama kali dalam sejarah saya sulit sekali dapat pembantu pengganti si mba yang pulang karena menikah. Tanpa pembantu, otomatis saya masak di warung ( tau kan maksudnya) menu warung ya gitu- gitu aja berputar – putar pecel ayam, sate, nasgor, mie goreng dan teman- teman lainnya yang digoreng.Boseeeeeeen, mau delivery ya ..bisa jebol kantong, ujung – ujungnya balik ke In.d.mie.

Lama- lama saya mikir (Akhirnya..) kasian juga anak-anak kalau saya terus-terusan masak di warung. Selain tidak bervariasi,kebersihannya pun diragukan. Saya pun berpikir lagi, hampir semua anak ketika besar pasti akan tergiang2 akan masakan ibunya.Pokoknya ngga ada yang lebih enak selain masakan emak! Jika saya tidak mulai belajar masak sekarang kelak apa yang bisa diingat anak saya tentang saya?? Bahwa Ind.m.e. buatan saya paling enak? Please deh!

Maka dimulailah petualang saya di dunia masak per masakan ini. Mulai dari beli bumbu dapur di supermarket karena kalau di supermarket pasti ada ‘judul’ nya sehingga saya ngga salah beli. Beli buku resep sampai berguru ke ‘mbah’ google.

Berbekal perkataan teman saya yang bilang “Bikin kue bisa gagal nic! dalam memasak tidak ada kata gagal yang ada ngga enak dan ini masih bisa diakali dengan menambah2 bumbu, yang penting lo coba pasti lama2 bisa!”.

Sampai bulan Februari ini , lumayan lah perbendaharaan menu saya sudah bertambah dan dari segi rasa sudah mulai membaik. Saya sudah berani bawa masakan rumah untuk dibawa ke kantor. Oh ya saya juga mengikutsertakan aura dalam petualangan saya ini dan sepertinya dia sangat suka.

Mudah-mudah kelak saya bisa menemukan signature dish saya  sehingga Aur’El bisa bilang: “ngga ada yang seenak masakan miko!”

Aamiin.

Kurangin ngemall yuuuuuk !

Ada yang suka ngemall ? kalau ada boleh donk kita toss dulu.hehe..

Sebenernya saya ngga addict2 banget sih ngemall, cuma wajib sabtu minggu dan kadang-kadang pada hari kerja (kalau piko ngga cape lagi bisa dirayu). Hobi belanja ? hmm..ngga juga, walaupun iya kayanya penghasilan saya ( yang hanya sedikit diatas UMK) mana bisa mensupport hobi yang satu ini.

Trus kenapa saya suka ngemall ? hmmm….coba kita telusuri. sepertinya perkenalan saya dengan pusat perbelanjaan di mulai sejak saya kecil. Dulu ibu saya pekerja luar rumah, bekerja di Bandara dengan jam kerja yang bisa bikin tepok jidat membuat ibu saya amat sangat memanfaatkan waktu liburnya. Saya ingat sekali setiap hari libur, ibu selalu bebenah rumah sampai tengah hari. Nyapu, ngepel sampai ngedecor rumah ( kerennya saking ahlinya ngedecor rumah kami jadi kaya baru terus). Nah abis dzuhur kita pasti jalan-jalan, jaman dulu di Jakpus kemana lagi kalau bukan ke Golden Trully atau ke Pasbar ( Pasar Baru). Seinget saya tiap jalan selain beli cemilan (cakwe,gorengan n  buah lontar pasbar paling maknyuss dah) barang wajib yang saya beli adalah buku. Jadi ya itu – itu aja kerjaan saya kalo ngemall..cm windows shop doangan..heee

Nah di akhir 2013 kemarin saya sempat berbincang-bincang dengan teman kantor saya. Dia cerita ada saudaranya yg baru  menjanda karena suaminya meninggal. Teman saya tsbt prihatin karena anak2 saudaranya itu masih saja menuntut untuk terus ngemall dan berpergian( ngga tanggung tanggung ke luar negeri booo!). Padahal semenjak Ayah mereka meninggal tentu saja pendapatan keluarga menurun drastis sehingga tidak mendukung untuk tetap mempunyai gaya hidup yg sama. Dan anak – anaknya tidak mau tahu akan hal ini. Sebenarnya bukan salah si anak sih, selain karena mereka masih kecil – kecil, tuntutan mereka pasti karena mereka sudah terbiasa dengan kondisi sebelumnya. Jadi intinya si Ibu harus merekondisi ulang kebiasaan dalam keluarganya yang tentunya tidak gampang 😦 . Kalau hal ini samap terjadi di keluarga saya ( lips sealed!!!)

Trus Akhir tahun lalu juga saya memcoba mereview kondisi keuangan keluarga kami, yang kalau ada sistem nilainya pasti saya dapat nilai D ( huahaha ngulang donk…). banyak Post pengeluaran yang amat sangat tidak berbentuk (ini kalimat apa sih? tepok jidat) yakni pengeluaran untuk makan. Kami sering banget jajan diluar ya karena sering ngemall itu. Padahal di rumah saya juga pasti masak.  Karena sudah makan di luar masakan di rumah pasti kebuang. Nah lo , dosa dua kali kan tuuuh !

Berdasarkan dua hal diatas dan aura yang sudah mulai ogah – ogahan kalau diajak ngemall  maka saya membuat resolusi baru di awal tahun ini : NGURANGIN NGEMALL

Yes saudara – saudara mumpung tahun baru semangat baru. Begini detail rencana saya:

Target : Tidak ngemall Hari Sabtu ( minggu masih ok lah)

Ngga ada deh alasan mau beli buah di Supermarket atau ngedate ama sicantik. Semuanya bisa dirapel di hari Minggu.

Caranya :

Supaya ngga tergoda keluyuran ngemall saya membuat beberapa daftar kegiatan yang bisa saya lakukan di rumah, misalnya :

  • Main sama anak ( menggambar, bikin kue,atau sekadar tidur siang bareng anak, hal yang ngga mungkin saya lakukan di hari kerja)
  • Beresin Rumah ( karena cuma ‘make’ rumah buat tidur jadi ya rumah saya alakadarnya, sabtu bisa saya pakai untuk berkebun,make over rumah, minimal lap – lap debu lah.hee)
  • Ngegame atau internetan ( browsing,nulis atau sekadar leyeh- leyeh main game yang ngga perlu mikir)

Reward : Saya Akan membeli Barang sesuai jumlah uang yang bisa saya hemat! Weits sama aja donk..keluar duit juga?? ngga lah kalau kaya gini kan pengeluarannya berbentuk.hihi alesan.

Punishment: Ngga usah mikirin hukuman karena kalau ngemall terus = duit abis = sudah terhukum dengan sendirinya.

Begitulah rencana saya saudara – saudara, dan sudah saya mulai dari awal Februari ini. Jalan dua pekan sudah saya lewati tanpa ngemall.Hanya saja ada yang saya modifikasi sedikit dari rencana saya. Untuk reward yang harusnya didapat dibelakang saya rada bandel dengan ambil di depan. Di Akhir Januari saya beli Smartphone dengan cara kredit! Yang mau ngga mau saya harus menghemat uang untuk membayar cicilan tiap bulannya. Smartphonenya terbukti mampu membuat saya melewati hari sabtu tanpa ngemall karena sibuk main candy Crush. Hahaha ketawa tricky..

Akhirul kata mungkin tulisan dan cara saya terkesan aneh dan tidak bermanfaat, tapi itulah saya dengan cara saya.

Aura, El nanti besar jangan tiru miko untuk hal yang ini ya..so Rubbish. Ngelirik Smartphone yang cicilannya setahun (Big Cry)