Kejang Demam, cerita sedih tentang Elfath

Sedih juga sebenarnya, tulisan pertama saya tentang El di Blog ini adalah cerita tentang dia yang terkena kejang demam. Orang umumnya menyebut kejang demam ini sebagai stuip ( biasa dibaca step). Berikut sedikit pengetahuan yang saya dapat dari dokter- dokter yang merawat El bbrp waktu lalu ditambah hasil baca – baca saya pada beberapa media :

Penyebab

Kejang demam umumnya terjadi karena adanya kenaikan suhu tubuh yang tinggi ( >38 derajat celcius), Nah demamnya sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal ya…kalau El karena infeksi ( ketika cek darah ternyata eritrositnya tinggi sekali sampai 18ribu).

Siapa saja yang rentan ?

Umumnya bayi dan anak usia 6 bulan – 5 tahun. Ada beberapa pendapat laki- laki lebih rentan dibanding perempuan. Dokter saya bilang kalau sudah pernah terkena kejang demam harus tetap waspada sampai dengan umur 5 tahun.

Jenis kejang demam

Bila kita membawa anak kejang demam ke dokter hal pertama yang akan dokter tanyakan adalah kejangnya terjadi berapa lama , berapa kali dan apakah sudah pernah kejang sebelumnya?

pertanyaan itu mengacu ke pembagian jenis kejang demam sbb

– Kejang demam sederhana

Dokter saya bilang kejang demam sederhana terjadi dibawah 5 menit namun beberpa tulisan yang saya baca mengatakan apabila dibawah 15 menit masih termasuk kejang demam sederhana. Selain itu kejang tidak berulang dan biasanya akan berhenti sendiri.

– Kejang demam Kompleks

Kejang demam Kompleks adalah kejang demam yang lama > 15 menit dan berulang dalam jangka waktu 1×24 jam. Kejang demam Kompleks bisa beresiko pada kecacatan atau kelainan neurologis. kebetulan ada beberapa anak yang saya kenal mengalami sedikit gangguan bicara karena pada waktu kecilnya mengalami kejang demam yang kompleks. Ada anak yang suaranya terdengar seperti cadel / pelo sampai ada juga anak kenalan saya mengalami kekakuan di otot lidahnya sehingga tidak bisa berkata- kata.

Penanganan

Terus terang pada saat El terkena step saya dan suami benar – benar nge blank. Jantung kami serasa copot melihat El menggelepar, terlebih ketika secara cepat bibir dan mukanya berubah warna menjadi ungu ( haduuuh menulisnya saja membuat saya ingin menangis). Syukurnya kami melakukan hal yang benar dalam menanganinya, setidaknya seperti pada beberapa panduan yang saya baca setelah kejadian. Panduan kok dibaca setelah kejadian….hmm..tepok jidat.  Setidaknya kami bisa lebih prepare kelak ( jangan sampai kejadian lagi juga siiih)

– Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang ( menurut panduan, tapi kenyataannya susaaaah sekali).

– Bebaskan anak, dalam artian jangan tahan gerakan kejangnya ( orang tua kemungkinan akan cenderung untuk mendekap erat anakanya), namun perhatikan juga hal – hal yang mungkin bisa menimbulkan bahaya. Disarankan untuk meletakkan anak di tempat yang nyaman dalam keadaan miring,melonggarkan pakaiannya dan jangan memasukkan sesuatu apapun kedalam mulutnya. Kami melakukan sedikit kesalahan karena memasukkan sendok dalam mulut El, menurut dokter lidah anak tidak akan tergigit ketika kejang. Jangan pernah memberi anak minum baik air putih maupun obat pada saat dia kejang, hal ini malah akan menghalangi oksigen masuk ke dalam dirinya.

– Bila sudah memiliki persediaan Stesolid / Supos ( obat kejang yang diberikan lewat anus ) agar dapat segera diberikan.Bila tidak kompres anak dengan air hangat. Ingat yaa air hangat bukan air dingin apalagi pakai batu es. BIG NO NO

– Segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat.

– Observasi anak selama 24 jam kedepan waspada terhadap kejang susulan. Ibu – bapak yang bekerja lebih baik minta cuti deh sama pak/ bu bosnya.

 

demikian sharing dari saya, mudah- mudahan bermanfaat. Sambil berdoa agar anak- anak saya (khususnya El) tidak mengalami kejadian ini lagi. Aamiin

 

personal note :

Hari itu tanggal, jam 10 malam kami masuk ke kamar.Piko bilang badan el panas namun karena sudah tidur dan terlihat nyenyak kami tidak membangunkannya.Skitar jam 1 malam el bangun, sedikit gelisah namun tetap bercandaan dengan piko. el berulang kali ingin menduduki kepala piko. Mumpung bangun miko memberikan sanmol namun belakangan diketahui dosisnya terlalu kecil ( Untuk anak yang berukuran badan besar dosis obat disarankan dilebihkan dari dosis umurnya). Karena dosis yang kekecilan ini akhirnya ketika bangun jam 4 dan digendong piko tiba – tiba El kejang. Kami panik sekali, dengan sepeda motor kami berusaha membawa El ke klinik terdekat. Gelap malam, udara subuh yang dingin ditambah El yang terkulai lemas di gendongan saya dan matanya yang putih semua membuat saya merasa kehilangan separuh nyawa saya. Masih tetap sadar bahwa sedang di motor bukannya dimobil saya tidak berani melaporkan keadaan el kepada piko yang sedang memacu motor kencang2. Hanya nama Allah saja yang keluar lirih dari mulut saya ( otak saya sudah berpikir yang tidak – tidak bahwa saya akan kehilangan El).

Tak puas dengan penanganan klinik, kami segera membawa El ke rumah sakit, sampai Rs El hanya diobservasi kurang lebih 2 jam lalu kami disuruh pulang.

Karena seharian panas el tidak turun kami pun membawa El ke rumah sakit lain untuk dirawat dan diperiksa dengan seksama. Kurang lebih 3 hari El dirawat sampai akhirnya diperbolehkan pulang.

 

 

 

Iklan