(not) Good Mom

23.06… Piko, Aura dan El sudah tidur.

Saya masih termenung dalam kamar dengan perasaan yang campur aduk antara marah,sedih dan rasa sesal.

2-3 jam yg lalu,saya bukan ibu yang baik. Saya menyakiti lahir dan batin anak saya..aura.

Sepulang kerja pembantu saya memberitahu kl kakak pergi ke rmh neneknya (kebetulan rumah kami cukup dekat).

Karena sudah sampai rumah segera saya bbm piko untuk menjemput,namun sayangnya dia tidak pulang cepat. Namun piko sudah meminta omnya aura untuk mengantar pulang.

Magrib berganti isya..belum ada tampak kepulangan Aura.

cemas,jengkel dan PMS

cemas karena besok masih hari sekolah, karena kakak belum belajar,belum makan ketika berangkat di rumah. Cemas, karena sekolah Aura cukup berat (secara fisik, berangkat subuh pulang sore) .

Jengkel karena semenjak pulang kerja el juga rewel dan cengeng. Sehingga saya tidak bisa menjemput kakaknya.

Lalu terjadilah…

Begitu aura sampai rumah meledaklah amarah saya.

Tone suara yang tinggi, kata kata yang menusuk.

Saya tunjuk keningnya,saya pukul pipi dan pantatnya.

Ya Allah saya tidak dapat membayangkan seperti apa Aura menandang saya saat itu. Pastinya saya lebih menakutkan ketimbang perubahan dr Banner menjadi hulk.

Bukan bukan pukulan yang menyakitinya karena semarah apapun pukulan saya tidak pernah menggunakan tenaga full ( anak saya sering menertawakan pukulan maupun cubitan saya) .

Kata kata sayalah yang saya yakin mencabik jiwanya.

Saya tau tapi tetap melakukannya (untuk kesekian kalinya…)

SUSAH sangat menjadi orang tua…saya ingat ada seorang teman yg bercerita karena sering dipukuli waktu kecilnya, ketika besar untuk sekadar bercerita ataupun bersandar (bermanja manja) saja dia merasa aneh dan sungkan.

Meski ketika besar teman saya itu akhirnya tau penyebab ibunya sering memukul.

Saya tidak mau itu terjadi pada hubungan kami, saya mau anak anak tau kalau saya mencintai mereka.

Aura ..El mama minta maaf jika dalam menjadi ibu masih jauh dari sempurna.

Ya Allah tolong bantu saya…

 

 

 14 april 15

menulis sambil memandangi Aura dan El

 

Officialy Ompong

Setelah otek beberapa hari lamanya, akhirnya gigi seri bawah Aura copot juga pada tanggal 5 Mei lalu.

 

 

gignya imut .....

gignya imut …..

 

 

Pada saat awal otek Aura sempat terkesan agak cemas, Dia menelpon saya sepulang sekolah dan mengadu bahwa gigi bawahnya goyang dengan nada yang sedikit ketakutan. Di telpon saya tanya, “apakah aura baru saja jatuh atau terbentur” ? “Dia bilang tidak dan meyatakan bahwa giginya otek begitu saja”. Sepulang kerja saya cek giginya dan saya beri penjelasan bahwa itu hal yang wajar terjadi di usianya. Ohya tak lupa saya tunjukan beberapa video di You tube yang berkaitan dengan gigi tanggal pada anak- anak.

Ada  satu video yang menarik perhatian aura dan ingin dicobanya. Karena saat menonton saya bercerita bahwa ketika kecil setiap gigi otek saya tidak mau ke dokter gigi dan lebih suka dipasangkan benang lau saya tarik – tarik sambil tiduran.

Syukur tidak harus pake proses seperti diatas, gigi aura tanggal dengan sendirinya 🙂 🙂

 

 

Oh ya sedikit informasi tentang gigi hasil penjelajahan saya di google :

Definisi :

Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata (sumber mas wiki:http://id.wikipedia.org/wiki/Gigi)

Jenis :

Gigi

Pada manusia dapat ditemui 4 (empat) macam gigi yang terdapat pada mulut disertai dengan arti definisi dan pengertian yaitu :
1. Gigi Seri
Gigi seri adalah gigi yang memiliki satu akar yang berfungsi untuk memotong dan mengerat makanan atau benda lainnya.
2. Gigi Taring
Gigi taring adalah gigi yang memilki satu akar dan memiliki fungsi untuk mengoyak makanan atau benda lainnya.
3. Gigi Geraham Kecil/ Molar
Gigi graham kecil adalah gigi yang punya dua akar yang berguna / berfungsi untuk menggilas dan mengunyah makanan atau benda lainnya.
4. Gigi Geraham
Gigi geraham adalah gigi yang memiliki tiga akar yang memiliki fungsi untuk melumat dan mengunyah makanan atau benda-benda lainnya.
Info lebih lanjut tentang Macam, Jumlah dan Waktu tumbuh dan tanggal gigi saya dapat dari blog dokter cantik disini

Macam Dan Jumlah Gigi
Secara garis besar, gigi itu ada dua macam yaitu gigi susu dan gigi tetap. Gigi susu merupakan gigi yang tumbuh pada usia 6-30 bulan dan akan tanggal pada usia 6-12 tahun dan digantikan oleh gigi tetap.

image

Gigi susu terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring dan 8 gigi geraham (molar) sehingga totalnya ada 20 gigi.

image

Pada gigi tetap terdapat 32 gigi, 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham kecil (premolar), dan 12 gigi geraham (molar)*.

Kalau fungsi-fungsi dari berbagai bentuk gigi itu masih pada inget kan?
*Pelajaran SD*

Waktu Tumbuh Gigi Susu dan Gigi Tetap
Gigi itu tumbuh semacam ada urutannya. Untuk gigi susu yang paling pertama tumbuh adalah gigi seri rahang bawah sedangkan untuk gigi tetap gigi geraham yang paling pertama tumbuh. Periode gigi tetap dimulai sekitar 6-7 tahun, sayangnya saat umur segitu anak-anak kebanyakan masih belum telaten ngurusin giginya dan orang tua belum tentu peduli, jadi gak jarang gigi tetap ada yang udah keburu rusak pas masih SD. Sayang banget. 😥

image

Kalau lihat dari tabelnya sih Aura sesuai masa ya…

Meneruskan tradisi saya ketika kecil  yakni mengumpulkan gigi tanggal, saya juga menyimpan gigi aura dalam kotak sebagai kenang- kenangan.

Aura sempat protes karena ‘teteh’ di rumah keburu ngajarin dia kalau gigi bawah tanggal harus dilempar ke atas supaya tumbuh (mitos yg juga dulu saya lakukan siiih.hehe). Saya teteup kekeuh supaya giginya disimpan di kotak ( Hak prerogatif EMAK .wkwkw) Walaupun akhirnya koleksi gigi saya itu hilang entah kemana ketika pindahan rumah, well setidaknya kalau punya Aura hilang dia punya tulisan ini sebagai kenangan.

Selamat Ompong kakak…semoga gigi tetap yang tumbuh nanti sehat dan bikin kakak tambah cantik.

Satu step kehidupan lagi telah kau lewatin nak.. Alhamdulillah. 

Kakak yang suka menulis surat

Salah satu ajaran baik yang diterapkan orang tua saya dalam mendidik anak adalah mereka mendorong anak-anaknya untuk dapat mengutarakan pikiran/pendapatnya. Kami dapat mengungkapkan apapun kepada beliau bahkan ketika pikiran dan pendapat kami bersebrangan dengan papa-mama. Walaupun suami saya datang dari keluarga yang orang tuanya otoriter kami sepakat untuk menerapkan hal ini dalam keluarga kecil kami.

Maka mulailah kami membiasakan anak kami untuk berpendapat, yang pertama yang kami lakukan adalah memberikan Aura hak untuk memilih sejak dia bisa berbicara. Mulai dari hal- hal kecil seperti memilih makanan, mainan atau barang- barang yang ingin dimilikinya. Setiap kali memberikan pilihan saya selalu berusaha menjelaskan terhadap hal-hal yang dipilihnya, tentang plus dan minus dari setiap pilihan.

Contohnya : Ketika jalan – jalan ke mall dan aura ingin membeli buku, saya akan membiarkan dia untuk pilih- pilih sendiri buku yang akan dibelinya. Biasanya beberapa saat kemudian dia akan membawa setumpuk buku dan menghampiri saya..”Aura boleh beli ini mah ?”. Bila terlalu banyak saya akan suruh sortir lagi buku-bukunya. Untuk memudahkan dia mensortir biasanya saya akan memberitahukan tentang harga buku dan apakah Aura sudah memiliki buku yang yang serupa di rumah. Misalnya, ada satu buku yang mahal katakanlah BUKU A (yang menurut saya tidak setimpal dengan harganya, saya akan bilang kalau beli BUKU A aura bisa beli BUKU B yang seperti itu tiga buah. Biasanya kakak akan termenung sebentar, ada kalanya dengan cepat ia membeli BUKU B karena bisa beli banyak namun kadang juga dia akan bertahan memilih BUKU A. Bila tetap memilih BUKU A biasanya akan saya tanya sebabnya, saya biarkan dia berargumen. Kalau Argumennya bagus dan dapat diterima saya akan membelikannya BUKU A tsbt.

Ketika memutuskan untuk mengajarkan anak agar berani mengungkapkan pendapat, kami sadar konsekuensi yang akan kami terima.

Pertama, Bagi sebagian orang cara kami ini sedikit janggal, orangtua akan terlihat tidak ‘berkuasa’. contohnya ada beberapa baju dan sepatu Aura yang saya beli tidak pernah dipakai sekalipun hanya karena saya tidak meminta pendapatnya.(Sedih ya….Selain sayang uang, menurut saya baju dan sepatunya lucu loh).

Kedua, apapun itu proses pengambilan keputusan akan melalui jalan yang panjang. karena melalui proses diskusi dulu. Tidak seperti pada sebagian hal yang dilakukan orang tua yang menjadi pemegang keputusan tunggal. Mereka tinggal menurunkan titah sakti yang harus dituruti anaknya.

Walaupun sedikit ribet dan turun pamor, kami rela menggambil konsekuensi ini. Karena setiap keputusan yang dihasilkan akan menjadi komitmen bersama dan tidak ada pihak yang salah-salahan. Seperti ketika memilih Sekolah Dasar beberapa waktu lalu saya ajak Aura untuk mensurvei tiap-tiap sekolah, memunjukkan plus minusnya. Sehingga saya berharap kelak ketika menjalani sekolahnya Aura akan menjalani dengan sepenuh hati karena sekolah itu adalah hasil pilihannya.

Nah akhir-akhir ini semenjak kemampuan menulisnya berkembang baik, Aura mulai suka mengungkapkan perasaan dan pendapatnya dalam bentuk tulisan. Beberapa beberapa surat-surat pendek mulai dibuat olehnya..

Seperti dibawah ini :

surat aura 1

Surat Diatas kami dapat ketika kami habis mengajak aura liburan.

surat aura 2

Aura membuat sendiri kartu ucapan ulang tahun untuk temannya

atau ketika Aura sedang mengerjakan PR dan menuliskan tanggal, si mba menggodanya berkali-kali bahwa ini bulan tiga iso Maret.Merasa kesal Aura pun meneriaki mbanya. Sebagai informasi di rumah kami sebisa mungkin ‘tone’ tinggi dihindari.

Pagi2nya Aura langsung memberikan ini ke si mba

Jati Uwung-20130328-00669

Apapun medianya kami senang kakak sudah bisa mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Alhamdullilah.

Aura dan Pohon Pepaya

Salah satu kesukaan saya di waktu luang adalah berkebun. Biasanya saya berkebun kalau lagi ngga punya uang buat ngemall ( hehe). Tapi ciyus nih saya menemukan kenikmatan tersendiri kalau berkebun.Kalau sedang menanam saya merasa seperti lagi orang yang lagi pakai ectasy (haiyaaah gaya kaya udah pernah nyoba aja), asyiik sendiri maksudnya

Cukup banyak tanaman yang ada di rumah kami,coba saya  list yaa:

Tanaman Buah : Pohon Dewa, Jambu Cingcalo (yang ini super manis), belimbing buah, belimbing sayur (yang ini mudah2an jadi ladang sedekah saya karena banyak yang minta.hee), srikaya, kelengkeng dan sirsak (dua-duanya belum pernah berbuah).

Tanaman Bunga: Lilin mas,melati, Bakung, Bunga udel (?), jengger Ayam,Kumis kucing dan ada beberapa tanaman lainnya yang tidak berbuah maupun berbunga.

walaupun rumah saya cukup banyak tanaman tapi hampir 90%nya adalah warisan ibu saya.hehe. Pernah denger ngga kalau menanam itu tergantung tangan ? Ada yang bilang kalau tangannya dingin nanam apa aja biar asal-asalan pasti langsung tumbuh. Entah benar atau tidak, walaupun suka berkebun saya jarang berhasil dalam hal tanam – menanam. Boro- boro bisa berbuah/ berbunga yang sukses tumbuh subur aja jarang ( hiks…). Karena jarang sukses proses berkebun terutama menanam pasti jadi ritual yang sakral bagi saya, selama berkebun saya pasti komat kamit berdoa dan ngajak ngobrol tanamannya. Berdoa ?? Ngajak  ngobrol tanaman?? Yang ini saya tiru dari kebiasaan ibu saya, dulu ibu setiap mau ambil buah/ bunga hasil kebun pasti baca doa. Almh bahkan suka say hello sama tanaman- tanamannya.

Nah akhir – akhir ini Aura juga suka nimbrung kalau saya sedang berkebun. Mau tau apa yang bikin dia tertarik ? Cacing! Pasti dia tanya “Mah, ada cacingnya ngga?” Kalau ada pasti dia ambil pake sekop trus dia tunjukin ke si mba , biasanya si mba langsung ngibrit. Seneng banget dia ngegoda mbanya. Aura juga mulai saya kasih tugas untuk menyiram tanaman sebagai latihan baginya untuk belajar bertanggung- jawab.

Sejak awal tahun ini kami punya tanaman baru di rumah, yakni pohon pepaya California. Asli hasil karya sendiri bukan warisan dari ibu. Awalnya dari keisengan sehabis mengupas pepaya, saya mengajak Aura untuk menyebar bijinya di hal depan rumah. Sambil biji disebar berdoalah kami supaya kelak bijinya tumbuh. Berminggu – minggu setelahnya saya sudah tidak ingat sampai si mba memberikan laporan bahwa di halaman tumbuh beberapa pohon pepaya. Sambil kegirangan saya meminta mba untuk memindahkannya ke halaman luar pagar supaya bisa tumbuh. Lalu saya lupa lagi.hehe. Sampai suatu saat Aura menyampaikan  pada saya bahwa pohon pepayanya berbuah. Senangnyaaaaa!! Aura bertanya apakah sudah bisa dipetik untuk dimakan? Saya bilang tunggu sampai kulitnya semu merah. Maka menunggulah Aura…Kemudian apa?? Pepayanya dicuri!! Buah pepaya yang dinanti Aura hilang satu persatu. Geramlah Aura…Sampai hari ini sepulang kantor saya menemukan tempelan di Pohon kami :

Pohon pepaya aura

Masih belum jelas ? Saya zoom ya tulisannya

Jati Uwung-20130319-00663

 

 

Belum jelas juga??

Saya bantuin baca yaa :

PERHATIAN

Tidak ada yang metik buah pepaya Aura !!

 

Hehehe. Dasar anak- anak, mereka selalu punya sesuatu yang bikin kita Amaze.

Note : Biasanya tulisan kakak jauh lebih baik, tapi kali ini dia baru belajar tulisan sambung.

 

SD untuk aura

Sejak naik ke TK B saya sudah mulai cari – cari SD untuk Aura.
Loh masih setahun lagi kok sudah cari-cari??
Soalnya aura anak pertama kami, jadi kami belum punya pengalaman nyekolahin anak ke SD. Kedua, Kami sadar usia sekolah dasar adalah basic pembentukan karakter anak (katanya….).Ketiga, saya termasuk ‘penghuni baru’ tangerang jadi belum tahu reputasi – reputasi SD disini.Keempat ketika lulus nanti aura baru 5 tahun 7 bulan masih jauh dari standar umur masuk SD ( takut ga ktrima dimana2)

Dulu ketika memilih TK, syarat saya lebih simple : lokasi dekat rumah. Karena target saya hanya agar Aura dapat sosialisasi ketemu dengan teman-teman sebayanya. Mahir calistung,saya anggap hanya bonus 😀

Dan kerempongan itu dimulai ! Saya mulai rajin nyatronin SD – SD di sekitar rumah,Ada banyak yang saya survey tapi yang saya tulis bbrp saja yaa :

SDN 6 Tangerang
Letak di Jl. A Yani tangerang,ancer -ancernya sekitar belakang rumah sakit daan mogot.
Ketika kami datang, sekolah sedang libur tapi ada kegiatan potong hewan kurban.
Untuk kategori sekolah ini termasuk keren..karena ruang kelasnya dilengkapi AC 😉
Termasuk rintisan sekolah standart nasional.

Tanya – tanya sama penjaga disana umur minimal masuk 6 tahun. Isu yg saya dengar umur kurang bisa saja masuk di sekolah negeri tapi lewat jalur ‘khusus’.Woops…
Pertimbangan kami :
Ngga mau ah mengawali perjalanan anak kami dengan sesuatu yang tidak baik 🙂

SDIT Tiara Aksara

ada webnya disini http://sdstiaraaksara.wordpress.com
lokasi : dari segi lokasi sekolah ini paling juara karena paling deket dengan rumah kami.
Fisik sekolah : di dalam sekolah ada masjid yang cukup besar, lapangan yang luas,ada mini kolam renang (ternyata untuk TK kolam renangnya).
Ruang kelas SD dilengkapi AC, namun sepertinya kurang perawatan.
Pengajaran :Full Day.Senin – Jum”at( jam 14.00).Sabtu exkul.Sekolah ini membiasakan anak didiknya untuk sholat dhuha sebelum belajar dan dzuhur berjamaah.
Biaya:Ketika saya survey ketok palu untuk biaya tahun ajaran 2013 belum dimulai tapi kisarannya di 2 -2.5 juta dan SPP sekitar 150rb/bulan.
Pertimbangan kami :
Sayangnya tenaga pengajar maupun pihak yayasan tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan tentang goal pengajaran mereka.

SDIT Istiqomah

Lokasi :Jl Mpu Tantular Raya 10-B Curug Tangerang Tangerang Banten
telp :55654286
Ada webnya tapi pada saat tulisannya ini sptnya host sudah habis.
Fisik sekolah : 100% sreg sama fasilitas sekolah ini.Ruang kelas yang bagus (sudah pakai kursi yang sendiri – sendiri, Infocus, ada air galon), lapangan yang luas,kantin sekolah yang relatif bersih.
Pengajaran : Full day.Senin- Jum’at (mulai skitar jam 8.00-jam 14.30)Qiraati dan dhuha pada awal pelajaran.
Biaya : Info yang saya dapat 8.5 juta belum termasuk buku spp 400 -500rb.
Pertimbangan kami :
Sayangnya istiqomah masuk dalam kabupaten padahal SMP yang kami inginkan untuk aura adanya di kota.Letak yang jauh juga jadi pertimbangan utama kami.

SD Islam Plus Al Ijtihad
Lokasi : Gerendeng tangerang ( belakang al Mufti)
Survey kesini pakai pengorbanan niih…karena saya dan aura mengalami kecelakaan motor sepulangnya dari Ijtihad ( motor kami dicium becak.hehe)
Fisik sekolah : Mushola dan lapangan yang cukup luas.
Pengajaran : Senin – Jum’at.dhuha dan dzuhur berjamaah.yang saya suka dari info yg didapat adalah kelas 1-3 hanya terdiri dari 25 orang dengan 2 tenaga pengajar.Kelas 1-3 selepas dzuhur berjamaah langsung pulang jadi anak-anak tidak terlalu lama di sekolah.
Pada saat kami survey tiap kelas yang kami survey terlihat sangat ‘hidup’ pengajaran dua arah dan anak muridnya terlihat bersemangat.
Oh ya kami juga survey cabang sekolah ini di Kotabumi tangerang (lebih luas dan lebih teduh).
Biaya : dari brosur total biaya masuk 4.4 juta ( yg di kotabumi bisa lebih mahal katanya) Spp: 250rb/bulan
Pertimbangan kami:
karena fasilitas campur dengan SMP dan SMK.Sekolah ini tidak disetujui papiko ( crying) takut anaknya digodain anak SMP kali yaa ( tepok jidat)

SDIT Cordova:
Lokasi : cluster alamanda,Jarak tempuh sedang dari rumah kami.Hanya saja jalan utama menuju sekolah ini sangat rawan banjir.Kalau banjir harus memutar lewat jalan tikus perumahan kampung.
Fisik sekolah : tidak terlau suka dengan fisik sekolah ini, karena tidak mempunyai lapangan sendiri.Sepertinya aktivitas gerak memakai lapangan FASUM dan masjid didepan sekolah ini. Syukurnya ruang kelasnya dibuat sangat nyaman(bangku sendiri, Ac yang terawat=dingin,infocus).
Pengajaran : fullday.Senin-Jum’at.Sabtu exskul.Layaknya SDIT qiraati,dhuha dan dzuhur berjamaah menjadi keharusan.
Biaya : untuk ajaran 2013 total 7.5jt spp 335rb
Pertimbangan kami :
Beberapa kali survey ke sekolah ini kami terkesan dengan SDM sekolah ini yang mampu menjawab semua kebawelan kami dengan santun dan memuaskan.
Kelebihan itu akhirnya bisa mengalahkan ketidakpuasan kami tentang ruang gerak di sekolahan ini.
Tgl 26 Januari lalu aura ikut tes masuk dan dinyatakan lulus, akhirnya kami mengucap Bismillah dan menetapkan ini jadi SD untuk aura.

(langsung rogoh kantong dan mecahin celengan.hehe)

Semoga kakak suka dengan sekolah barunya nanti dan betah untuk 6 tahun kedepan.

SEMANGAT KAK ! sesemangat piko dan miko cari duitnya.

Rappor kakak

Beberapa hari yang lalu saya datang ke sekolah aura untuk pengambilan rappor Semester I TK B.

Secara keseluruhan nilai aura termasuk baik, kakak bisa mengikuti pelajaran di sekolahya. Namun ada catatan khusus yang diberikan oleh ibu wali kelas. katanya, “kaka sering sekali terlihat asyik mengobrol di kelas pada saat pelajaran berlangsung.” Pada saat ujian berlangsung lebih senang untuk berkeliling “mengajari” teman – temannya mengerjakan ujian, padahal ujiannya sendiri belum dikerjakan sedikitpun (hadeeeh..tepok jidat ).

 

Laporan yang kurang lebih sama dulu juga saya terima dari wali kelas aura ketika TK A. Saya hanya tersenyum saja mendengarkan hal ini. Terlepas dari pandangan para guru apakah tingkah anak saya ini sebagai sesuatu yang baik atau tidak, saya memandang laporan ini sebagai laporan kemajuan.Loch kok ???

Nah loh …heran kan? Saya jamin  kalau guru kaka tahu mereka akan sangat kebingungan, kok bisa – bisanya saya menganggap ini sebagai laporan kemajuan ?

Begini ceritanya Flash back ketika kakak umur dua tahun lebih bbrp bulan, kami memutuskan untuk memasukkan aura ke playgroup. Sempat susah juga cari sekolah yang mau terima anak umur segini.Tapi alhamdulillah setelah melalui proses maksa – maksa akhirnya ada sekolah yang mau terima.Loch ko tega ??( Kayanya tulisan saya kali ini banyak kata “Loch”nya ya…hihi)

Keputusan kami menyekolahkan aura secara dini ini bukan karena kami ingin punya anak ajaib yg jago calistung sejak usia dini, karena kami berpendapat td ada gunanya anak batita bisa jago calistung ( pada usia ini saya lebih senang aura minta saya utk bacakan cerita daripada dia sudah bisa baca sendiri).Bukan juga karena ikut – ikutan tren untuk nyekolahin anak.

Pertimbangan kami semata – mata karena kami ingin kakak untuk bersosialisasi.Ciyus!!! Kami berdua bekerja, senin – Jum’at 8 -5. Aura tinggal dirumah berdua saja dengan  ast RT. tetangga kiri kanan seusia alm ibu bapak saya, anak – anaknya ya sudah besar – besar jadi boleh dibilang tidak ada anak seumuran kaka.

Daripada meninggalkan kaka di tangan si mba yang kemampuan mendidiknya tidak jelas. Maaf kalau terdengar kasar tapi ini kenyataannya si mba saya hanya lulusan SMP ( katanya )  masih sangat belia jangankan mengasuh anak..mengasuh adik saja belum pernah.Tapi eitts bukan berarti si mba bukan pengasuh yang baik yaaaa. Dalam hal tertentu si mba malah punya skill diatas saya, kesabaran misalnya ( hmmm ).

Nah di playgroup ini kemampuan sosialisasi aura mulai berkembang. Yang pada awalnya sejak bel masuk sampai bel pulang berbunyi tidak bertegur sapa sepatah kata pun sama teman kelasnya. sibuk sendiri mengerjakan tugas dari guru,hampir selalu jadi yg plg cepat myelesaikan tugas. Sampai – sampai banyak ibu – ibu yg memarahi anak2nya krn tidak secepat aura mengerjakan tugas.Sebenarnya saya tidak setuju dengan konsep pg aura ini, menurut saya  pg itu bukan duduk di kursi 2 jam dan menulis.Seharusnya pg menyanyi, menari pokoknya bergerak bermain.

Rappor pertama diterima dari guru PG , selain tentang perkembangan kemampuan calistung ada catatan yg perlu diperhatikan : Aura pilih – pilih teman !!!! Bu guru bahkan bilang she’s got those judgmental looks. Ngeliat dari atas ke bawah, ujung rambut sampai ujung kaki. Anak jorok, ingusan (dalam arti sebenarnya) dan yg g masuk standart kaka ( only she knows ) jangan harap bisa jadi temannya. Padahal kaka selalu menarik anak – anak lain untuk mendekatinya ( mungkin karena cantik yaaa ). Kalau ngemall selain bapak – ibu selalu saja ada anak – anak yang menghampirinya.  Ada anak yang tawari makanan, balon, ngajak  ngobrol.tapi ya itu kaka selalu ngelengos!

Berjalan waktu, di TK kakak sudah mulai bisa bergaul dengan berbagai macam tipe temannya. Mulai bisa membuka pembicaraan, bisa berbagi. Bahkan sekarang rumah jadi basecampnya teman – teman kaka.Tiap sore hari depan rumah selalu penuh dengan anak2. Minggu pagi sering sekali ada teman kakak yang nyelonong masuk bangunin aura.

See, td salah kan kalau saya bilang sebagai laporan kemajuan :). Kemajuan yang diukur dari perkembangan diri sendiri bukan dari standart obsesi orang tua bukan dari hasil militeri.

Waupun tentu saja bukan berarti hobi mengobrol sesuatu yg 100 %  yg dapat dibenarkan ( ya salah lah wong ngobrolnya jam pelajaran! ). Banyak yang Aura dan kami harus pelajari tapi kami sepakat untuk mempelajarinya dengan cara kami, yakni dengan dgn proses, dgn penghargaan, dgn kesadaran diri dan yg jelas harus FUN dan tanpa trauma.

Bismillah….( Ya rabb bimbinglah kami untuk membimbing mereka dengan baik) Aamiin