Iri, Dengki dan Fitnah

Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Salah satu ajaran alm ibu saya yang paling melekat adalah agar untuk selalu berdoa minta dijauhkan dari Iri, Dengki dan Fitnah. Ketika masih berstatus anak ( belum berumah tangga) saya tidak terlalu mempedulikan tiga hal ini. Kenapa ? selain karena selalu dicukupi oleh kedua ortu , saya juga tinggal di lingkungan yang relatif homogen. jadi yang namanya iri, dengki dan fitnah jauuuuuh.
Apa sih iri, dengki dan fitnah?? Berikut jawaban mbah google:
IRI

1. merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dsb); cemburu;

DENGKI

menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) krn iri yg amat sangat

FITNAH

1. perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): — adalah perbuatan yg tidak terpuji;

Lulus kuliah dan mulai bekerja  mulai membuka mata saya bahwa setiap orang mempunyai cerita dan latar belakang yang berbeda. Selain mengetahui ada banyak orang yang (mungkin) tidak seberuntung saya, pada saat bersamaan saya juga melihat banyak orang yang hidupnya terlihat lebih menyenangkan dibanding saya.
Saya masih ingat perasaan iri pertama kali menyapa saya ketika baru lulus kuliah. Waktu itu saya dan teman kuliah saya sama- sama melamar kerjaan di perusahaan yang sama. menyingkirkan beberapa puluh pelamar lainnya akhirnya kami berdua dihadapkan pada direktur perusahaan tsbt. Saya yang waktu itu masih sangat kekanak2an ( sampai sekarang masih deeh) menjawab pertanyaan pak direktur dengan tidak serius, akhirnya bisa ditebak yang diterima adalah teman saya tsbt. Selain merasa kecewa karena tidak maksimal pada saat interview saya juga merasa iri sekali dengan teman saya itu karena  jarak beberapa minggu dari kelulusan dia sudah mendapat pekerjaan. Iri hati saya bertambah ketika teman saya itu menikah dan memiliki rumah lebih dulu dari saya. Saya meratapi nasib saya yg saat itu masih numpang di rumah org tua dan terpaksa berhenti kerja karena hamil aura.
Puji syukur sebelum rasa iri saya itu berubah menjadi dengki Allah memberi saya pelajaran yang amat sangat berharga! Ternyata teman saya tersebut mendapat cobaan dari Allah yg kalau diberikan kpd saya rasa- rasanya tidak sanggup saya pikul. jangan salah sangka yaaa…syukur saya itu bukan karena teman saya  mendapat cobaan tapi karena saya merasa ‘dipampangi’ oleh Allah , ini loh yang kamu irikan…ini loh yang bikin kamu tidak mensyukuri hidupmu!!!
LESSON LEARNED.Rumput tetangga mungkin lebih hijau tapi pasti biaya perawatannya lebih tinggi 🙂 !
Cukup sampai disitu belajarnya ? Ngga…
Ternyata selain merasa rasa iri kita bisa jadi penyebab (orang lain iri ke kita). Hal ini yang menjadi renungan di masa tua alm ibu saya.Ketika sedang dalam titik terendah dalam hidupnya ibu saya bilang. Mungkin Allah kasih pelajaran seperti ini karena dulu kita sempat menyakiti orang lain dengan membuat orang lain iri hati terhadap kita.
Beneran loh menjadi penyebab iri hati lebih susah dihindari ketimbang menjadi Korban. apalagi di jaman modern seperti ini dimana orang mempunyai kecenderungan untuk menampak – nampakkan. ga percaya ?
Yang punya sosmed seperti facebook, insta,BBM dll… ada kan kenalan temannya yang punya hobi update status yang bisa bikin orang mupeng dan meratapi nasib? Atau malah kita sendiri yang suka kaya gitu ??
Contohnya nih : @ Sentosa island, bye black welcome reddish (sambil masang foto lamborghini), my minimalis home ( pajang foto rumah 200m tingkat 2 di lokasi elit) dll. Kalau ada update-an seperti itu yang baca pastikan melongo…minmal KEPO lah.hihi
Jangan langsung nyalahin orang yang suka menampak-nampakan juga sih. Selain karena mungkin dia tidak bermaksud bikin kita iri, hati kita ya tanggung jawab kita.
Trus gimana donk..
Nih jawabannya…bukan dari saya…
Jawabannya langsung dari Allah dan Rasullulah 🙂
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]

Rasululah SAW bersabda,
“Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.”
(HR. Muslim).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s