Things You Do Because of Age ( Arisan RT)

Setuju ngga kalau saya bilang ada hal-hal tertentu yang terkadang harus kita lakukan bukan karena kita mau/suka tapi karena faktor U.

Misalnya nih anti aging dan sunblok (ketebak deh umurnya….), jaman remaja dulu ( ngga tau deh kalau anak remaja jaman sekarang)  saya paling males deh yang namanya ritual oles2 gini. Cukup cuci muka, bedakan ma lipbalm lgs deh capcus.Karena faktor U itu tadi saya mulai memaksakan diri untuk memproteksi muka saya yang satu-satunya ini (yaialah..emang ada berapa mukanya ).

Nah hari minggu kemaren ada hal yang akhirnya ‘ terpaksa’ saya lakukan karena faktor penuaan ini yakni ikut arisan RT (wkwkwk….). Awalnya tumbuh dari kesadaran bahwa sebagai pekerja luar (ditambah sifat tidak  perhatian) menyebabkan  saya nyaris tidak mengenal sama sekali orang-orang di lingkungan rumah saya. Sadar diri  sudah berumah tangga dan memiliki anak, saya pun terdesak untuk segera bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.” Hitung-hitung nitip diri dan anak-anak” kata Piko. Dipikir- pikir iya juga sih kalau tetangga kenal dengan kita pasti akan lebih care dengan anak-anak kita.

Seminggu sebelum arisan, tetangga saya yang saya kenal karena anaknya satu sekolahan dengan Aura mengingatkan tentang acara ini. Perasaan saya? Nervous kaya orang mau sidang skripsi.. Serius saya sama sekali tidak punya clue tentang apa yang harus saya lakukan di acara itu.  Satu – satunya gambaran tentang arisan RT di kepala saya adalah gambaran yang saya peroleh dari sinetron-sinetron di tv. Yakni arisan yang dihadiri ibu-ibu “rempong”  berdandan heboh dengan topik pembicaraan seputar belongings (u know what i mean). Oh ya plus nada tawa yang melengking

Eng ing eng , datanglah hari yang dinanti bersiaplah saya menghadiri arisan itu. Jam tangan baby G yang sehari -hari saya pakai, saya ganti dengan jam tangan perempuan yang rada blink – blink (saya harap blink jam tangan ini cukup mengimbangi perhiasan para ibu-ibu itu nanti maklum selain ngga suka pakai perhiasan, saya memang tidak punya.heee). Tas slempang tengkorak teman setia saya  terpaksa istirahat dulu gantian dengan handbag merk yang sama dengan jam blink-blink saya tadi.

Sengaja datang telat ternyata rumah bu RT sudah ramai. Hmm.. sempat berpikir apa yang harus saya lakukan saat masuk akhirnya saya memutuskan untuk berkeliling cipika-cipiki pada semua orang yang ada disana (ibu-ibu loh ya..). Lalu duduklah saya…pasang senyum lebar…sesekali ikut tertawa pada joke yang saya sama sekali tidak mengerti ( tepok jidat).

Setelah mendengar kata sambutan ( dari beberapa orang) tiba – tiba ada sesuatu yang sama sekali tidak saya prediksi. Bu Rt meminta kami untuk berdiri bernyanyi. Bernyanyi  ? What the….??!! Serius ini… ada nyanyi2nya. Untungnya grup arisan saya cukup terorganisir tak lama kemudian dibagikan lembaran kertas yang isinya teks lagu yang akan dinyanyikan. Ada dua lagu yang dinyanyikan yakni Mars PKK

dan lagu Hatinya PKK ( maaf ngga bisa dicantumkan liriknya, habis saya tidak bisa menemukannya di internet).

Belum habis terkejut karena harus nyanyi-nyanyi, saya shock lagi begitu melihat daftar anggota arisan yang terdiri dari 23 orang.Weksssss berarti saya harus melakukan hal-hal seperti ini sampai hampir 2 tahun yang akan datang.

Kapok nih jadinya? ngga kok…walaupun belum bisa menikmati acaranya tapi saya memukan hal – hal bermanfaat dari acara ini, misalnya :

– Silahturahmi , mudah-mudahan dihitung Allah sebagai amal baik ( asal ngga kejebak ngegosip aja.hihi)

– Saya menemukan talenta yang tidak saya kira sebelumnya, misalnya suara ibu- ibu disini bagus-bagus sekali. ada yang pandai menyulam ada yang bisa quilting ( eh bener ngga tulisannya) dan mereka mau mengajarkannya kepada siapa saja yang berminat. Padahal selama ini saya selalu cari kursus ketrampilan semacam ini di Tangerang  ngga pernah dapet- dapet. Eh kok ujug-ujug malah tetangga sendiri yang nyediain kursus .Gratis pula yeayyy dancing all night long nih saya.

– Saya bisa petualangan kuliner…hehe baru pertama kali ikutan saja perbendaharaan kuliner saya sudah nambah. Ibu RT saya kemarin menyuguhkan mi rebus ala Bangka Belitung.Mirip mi kocok Bandung hanya saja isinya Seafood..Kuahnya pun dari kaldu udang.nyammmm

Pengalaman ikut arisan kemarin merupakan pelajaran telak bagi saya, kalau kata orang bule Don’t Judge a book from its cover atau versi religiusnya mengutip ayat Quran seperti ini

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan janganlah pula perempuan mengolok-olok perempuan yang lain, karena boleh jadi perempuan (yang diolok-olokan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Dan janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan jangan memanggil dengan gelaran yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (Qs. Al hujurat:11)

 

Tuh kan…. tidak ada yang percuma 🙂

Dapat satu ilmu lagi. Alhamdulillah.

So…what do you do because of your age ???

Dunia Fantasi (April 2013)

Belum sempat nulis tentang liburan ke Lembang dan Pantai Anyer beberapa minggu lalu, Kali ini kami menghabiskan wiken di Ancol.

Pademangan-20130406-00676

Aura’s first vending machine

Masuk ancol melalui gerbang utama kami langsung jalan lurus ke Ecopark. Suasana di dalamnya sangat sejuk dan relaxing, ecopark juga dilengkapi beberapa permainan outbond untuk anak seperti flying fox, jembatan gantung dan berjalan diatas tali2. Karena dari rumah belum sempat sarapan langsung kami menuju salah satu resto yang ada di depan gerbang utama. Sayangnya pas kami datang ternyata resto itu baru siap-siap (padahal sudah jam 10an loh), karena mereka belum ready akhirnya kami pesan roti bakar saja. Sempat kaget liat pricelistnya masa teh tawar 8 ribu tapi pas liat penampakannya yang ternyata berukuran jumbo jadi worthed lah…Entah karena baru baru buka atau memang pelayanannya kurang bagus. Untuk menghidangkan pesanan kami yang cuma roti bakar itu butuh setengah jam lebih ( keburu kenyang deeh). Habis makan kami berjalan-jalan di sekitar taman, melihat banyak orang yang bersepeda piko langsung nyesel..”next time kalau kesini lagi kita bawa sepeda yuuk”katanya.

Pademangan-20130406-00683

Pikonya tegang.heee

Kami pun berjalan kaki menuju tempat tujuan semula yakni Dufan.Sempat ragu sebenarnya ke sini karena kami merasakakak dan adik masih terlalu kecil untuk permainan-permainan di Dufan. Benar kan dari sekian banyak wahana yang ada disana hanya beberapa saja yang kami masuki.

Aura yang sangat suka dengan Padle Pop, kegirangan ketika mengetahui ada wahana padle pop di Dufan. shadow master

yeay foto dengan padle pop

 

Menjelang pulang kami menyempatkan untuk menyaksikan salah satu wahana terbaru di Dufan yakni Treasure land Temple Of Fire.Secara keseluruhan pertujukannya saya kasih nilai lumayan lah..hanya saja karena antrian yang tidak child friendly (dorong-dorongan) dan persiapan pertujukan yang membuat kita terbengong-bengong dan kegerahan cukup lama membuat kami sedikit terganggu.

.temple of Fire

Sore menjelang tak terasa kami sudah menghabiskan waktu hampir seharian di Ancol.Tadinya Kakak minta untuk mampir ke Pantai juga (semenjak ke Anyer jadi tergila-gila sama pantai) tapi karena langit mendung dan hujan mulai turun membuat kami mengurungan niat.

Sebagai Info tiket masuk dufan per 2013 sbb:

Senin s/d Jum’at : Rp125.000

Hari Libur             : Rp.250.000

Datang di hari libur dengan pasukan full termasuk Si Mba cukup menguras kantong kami*, tapi lihat senyum bahagia anak plus wawasan yang didapat cukup setimpal.

Alhamdulillah.

* Mudah2an masih ada sisa uang buat bayar tukang pijit.hehe

 

 

.