Aura dan Pohon Pepaya

Salah satu kesukaan saya di waktu luang adalah berkebun. Biasanya saya berkebun kalau lagi ngga punya uang buat ngemall ( hehe). Tapi ciyus nih saya menemukan kenikmatan tersendiri kalau berkebun.Kalau sedang menanam saya merasa seperti lagi orang yang lagi pakai ectasy (haiyaaah gaya kaya udah pernah nyoba aja), asyiik sendiri maksudnya

Cukup banyak tanaman yang ada di rumah kami,coba saya  list yaa:

Tanaman Buah : Pohon Dewa, Jambu Cingcalo (yang ini super manis), belimbing buah, belimbing sayur (yang ini mudah2an jadi ladang sedekah saya karena banyak yang minta.hee), srikaya, kelengkeng dan sirsak (dua-duanya belum pernah berbuah).

Tanaman Bunga: Lilin mas,melati, Bakung, Bunga udel (?), jengger Ayam,Kumis kucing dan ada beberapa tanaman lainnya yang tidak berbuah maupun berbunga.

walaupun rumah saya cukup banyak tanaman tapi hampir 90%nya adalah warisan ibu saya.hehe. Pernah denger ngga kalau menanam itu tergantung tangan ? Ada yang bilang kalau tangannya dingin nanam apa aja biar asal-asalan pasti langsung tumbuh. Entah benar atau tidak, walaupun suka berkebun saya jarang berhasil dalam hal tanam – menanam. Boro- boro bisa berbuah/ berbunga yang sukses tumbuh subur aja jarang ( hiks…). Karena jarang sukses proses berkebun terutama menanam pasti jadi ritual yang sakral bagi saya, selama berkebun saya pasti komat kamit berdoa dan ngajak ngobrol tanamannya. Berdoa ?? Ngajak  ngobrol tanaman?? Yang ini saya tiru dari kebiasaan ibu saya, dulu ibu setiap mau ambil buah/ bunga hasil kebun pasti baca doa. Almh bahkan suka say hello sama tanaman- tanamannya.

Nah akhir – akhir ini Aura juga suka nimbrung kalau saya sedang berkebun. Mau tau apa yang bikin dia tertarik ? Cacing! Pasti dia tanya “Mah, ada cacingnya ngga?” Kalau ada pasti dia ambil pake sekop trus dia tunjukin ke si mba , biasanya si mba langsung ngibrit. Seneng banget dia ngegoda mbanya. Aura juga mulai saya kasih tugas untuk menyiram tanaman sebagai latihan baginya untuk belajar bertanggung- jawab.

Sejak awal tahun ini kami punya tanaman baru di rumah, yakni pohon pepaya California. Asli hasil karya sendiri bukan warisan dari ibu. Awalnya dari keisengan sehabis mengupas pepaya, saya mengajak Aura untuk menyebar bijinya di hal depan rumah. Sambil biji disebar berdoalah kami supaya kelak bijinya tumbuh. Berminggu – minggu setelahnya saya sudah tidak ingat sampai si mba memberikan laporan bahwa di halaman tumbuh beberapa pohon pepaya. Sambil kegirangan saya meminta mba untuk memindahkannya ke halaman luar pagar supaya bisa tumbuh. Lalu saya lupa lagi.hehe. Sampai suatu saat Aura menyampaikan  pada saya bahwa pohon pepayanya berbuah. Senangnyaaaaa!! Aura bertanya apakah sudah bisa dipetik untuk dimakan? Saya bilang tunggu sampai kulitnya semu merah. Maka menunggulah Aura…Kemudian apa?? Pepayanya dicuri!! Buah pepaya yang dinanti Aura hilang satu persatu. Geramlah Aura…Sampai hari ini sepulang kantor saya menemukan tempelan di Pohon kami :

Pohon pepaya aura

Masih belum jelas ? Saya zoom ya tulisannya

Jati Uwung-20130319-00663

 

 

Belum jelas juga??

Saya bantuin baca yaa :

PERHATIAN

Tidak ada yang metik buah pepaya Aura !!

 

Hehehe. Dasar anak- anak, mereka selalu punya sesuatu yang bikin kita Amaze.

Note : Biasanya tulisan kakak jauh lebih baik, tapi kali ini dia baru belajar tulisan sambung.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s