Khawatir ? jangan lebay ah

Dulu saya tidak pernah mengerti kenapa mama sebegitu paniknya jika saya pulang telat. Kenapa selalu menelpon menanyakan keberadaan saya. Sekarang saya mengerti…

Banyak hal yg dapat membuat kita khawatir dalam hidup ini, terutama ketika menjadi orang tua. Mulai dari fase kehamilan (Apakah janin saya sehat? Perkembangannya normal?). Proses kelahiran (Bagaimana posisi janin? Uang untuk melahirkan? Sanggupkah melahirkan normal?) sampai ketika anak terlahir pun akan lebih banyak kekhawatiran orang tua (Apakah anak saya bisa berjalan, berbicara, apakah anak bisa mengikuti pelajaran sekolah, apakah saya mampu membiayai sekolahnya dll). Hayooo….siapa yg  ngalami hal diatas acung jari ??

setidaknya itu hal- hal yg sudah saya alami. Anak tertua saya berumur 5 thn dan saya yakin semakin besar dia akan semakin banyak kekhawatiran saya (Apakah akan mendapat jodoh yg baik misalnya..hehe).
Saya tidak bisa membayangkan kalau ada orang tua yang tidak mengkhawatirkan anaknya (kalau ada kasih tahu saya !! ).

Khawatir dalam wiktionary didefinisikan sebagai :
Takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.

Sebagai orang yang (pernah) belajar psikologi saya tahu rasa khawatir tidak lepas dari pengharapan.Dan pastinya pengharapan orangtua terhadap anaknya sangatlah besar. Semua orang tua pasti menginginkan agar anaknya bisa lebih baik dari dirinya.
Rasa khawatir bukanlah hal yang buruk menurut saya,asalkan kita tidak menjadi parno-an dan dapat mengarahkannya ke hal yang positif.

Sebenarnya rasa khawatir dapat memacu respon psikologis menjadi lebih aware/siaga.Nah..rasa siaganya ini yang perlu kita kembangkan..agar rasa khawatir ini bisa menjadi hal yg positif.

Misalnya begini : Habis membaca artikel tingkat kenaikan biaya pendidikan saya langsung khawatir apakah saya bisa menyekolahkan anak-anak saya sampai tingkat universitas?? ya khawatir lah wong uang di bank numpang lewat hanya untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan membayar cicilan hutang kami.hehe.
Khawatir? Ya! Parno? No way !!
Daripada ngga bisa tidur mikirin ngga bisa nguliahin anak, mending saya ngga tidur karena browsing cari tips menyiapakan dana sekolah anak (nyengir lebar)

Karena khawatir, saya lebih aware terhadap dana pendidikan shg berusaha cari tahu cara efektif menyiapakan dana sekolah anak dan berusaha menyisihkan uang dari penghasilan kami yang tidak seberapa ini.
Saya belum tahu apakah yang saya lakukan ini akan efektif pada saatnya anak – anak saya membutuhkan uang utk sekolah nanti,setidaknya sudah ada langkah real utk melawan kekhawatiran saya 🙂

Jadi ngga boleh khawatir ?? Boleh kok .. kan memang hidup tidak selalu mulus ,things are not always as expected.

Asal… kalau sudah khawatir cari solusinya. Quotes kerennya “When it Rains, look for Rainbow. when its Dark look for Stars” (ini copas dari DP BBM teman. hehehe)

mau saran yang agak religius  ?

Setahu saya Muslim tidak boleh khawatir berlebihan , karena Masa depan adalah kepunyaan Allah. Apa-apa yang terjadi pada kita telah dituliskan olehNYA bahkan sebelum kita diciptakan. Khawatir berlebihan menurut saya sama saja tidak percaya sama kesempurnaan rancang bangun hidup kita yang dibuat Allah. Tugas kita hanya berusaha dan bersabar.

Dan sungguh kami akan berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta , jiwa dan buah-buahan dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. ( QS : Al Baqarah :115 ).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s