Kakak yang suka menulis surat

Salah satu ajaran baik yang diterapkan orang tua saya dalam mendidik anak adalah mereka mendorong anak-anaknya untuk dapat mengutarakan pikiran/pendapatnya. Kami dapat mengungkapkan apapun kepada beliau bahkan ketika pikiran dan pendapat kami bersebrangan dengan papa-mama. Walaupun suami saya datang dari keluarga yang orang tuanya otoriter kami sepakat untuk menerapkan hal ini dalam keluarga kecil kami.

Maka mulailah kami membiasakan anak kami untuk berpendapat, yang pertama yang kami lakukan adalah memberikan Aura hak untuk memilih sejak dia bisa berbicara. Mulai dari hal- hal kecil seperti memilih makanan, mainan atau barang- barang yang ingin dimilikinya. Setiap kali memberikan pilihan saya selalu berusaha menjelaskan terhadap hal-hal yang dipilihnya, tentang plus dan minus dari setiap pilihan.

Contohnya : Ketika jalan – jalan ke mall dan aura ingin membeli buku, saya akan membiarkan dia untuk pilih- pilih sendiri buku yang akan dibelinya. Biasanya beberapa saat kemudian dia akan membawa setumpuk buku dan menghampiri saya..”Aura boleh beli ini mah ?”. Bila terlalu banyak saya akan suruh sortir lagi buku-bukunya. Untuk memudahkan dia mensortir biasanya saya akan memberitahukan tentang harga buku dan apakah Aura sudah memiliki buku yang yang serupa di rumah. Misalnya, ada satu buku yang mahal katakanlah BUKU A (yang menurut saya tidak setimpal dengan harganya, saya akan bilang kalau beli BUKU A aura bisa beli BUKU B yang seperti itu tiga buah. Biasanya kakak akan termenung sebentar, ada kalanya dengan cepat ia membeli BUKU B karena bisa beli banyak namun kadang juga dia akan bertahan memilih BUKU A. Bila tetap memilih BUKU A biasanya akan saya tanya sebabnya, saya biarkan dia berargumen. Kalau Argumennya bagus dan dapat diterima saya akan membelikannya BUKU A tsbt.

Ketika memutuskan untuk mengajarkan anak agar berani mengungkapkan pendapat, kami sadar konsekuensi yang akan kami terima.

Pertama, Bagi sebagian orang cara kami ini sedikit janggal, orangtua akan terlihat tidak ‘berkuasa’. contohnya ada beberapa baju dan sepatu Aura yang saya beli tidak pernah dipakai sekalipun hanya karena saya tidak meminta pendapatnya.(Sedih ya….Selain sayang uang, menurut saya baju dan sepatunya lucu loh).

Kedua, apapun itu proses pengambilan keputusan akan melalui jalan yang panjang. karena melalui proses diskusi dulu. Tidak seperti pada sebagian hal yang dilakukan orang tua yang menjadi pemegang keputusan tunggal. Mereka tinggal menurunkan titah sakti yang harus dituruti anaknya.

Walaupun sedikit ribet dan turun pamor, kami rela menggambil konsekuensi ini. Karena setiap keputusan yang dihasilkan akan menjadi komitmen bersama dan tidak ada pihak yang salah-salahan. Seperti ketika memilih Sekolah Dasar beberapa waktu lalu saya ajak Aura untuk mensurvei tiap-tiap sekolah, memunjukkan plus minusnya. Sehingga saya berharap kelak ketika menjalani sekolahnya Aura akan menjalani dengan sepenuh hati karena sekolah itu adalah hasil pilihannya.

Nah akhir-akhir ini semenjak kemampuan menulisnya berkembang baik, Aura mulai suka mengungkapkan perasaan dan pendapatnya dalam bentuk tulisan. Beberapa beberapa surat-surat pendek mulai dibuat olehnya..

Seperti dibawah ini :

surat aura 1

Surat Diatas kami dapat ketika kami habis mengajak aura liburan.

surat aura 2

Aura membuat sendiri kartu ucapan ulang tahun untuk temannya

atau ketika Aura sedang mengerjakan PR dan menuliskan tanggal, si mba menggodanya berkali-kali bahwa ini bulan tiga iso Maret.Merasa kesal Aura pun meneriaki mbanya. Sebagai informasi di rumah kami sebisa mungkin ‘tone’ tinggi dihindari.

Pagi2nya Aura langsung memberikan ini ke si mba

Jati Uwung-20130328-00669

Apapun medianya kami senang kakak sudah bisa mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Alhamdullilah.

Aura dan Pohon Pepaya

Salah satu kesukaan saya di waktu luang adalah berkebun. Biasanya saya berkebun kalau lagi ngga punya uang buat ngemall ( hehe). Tapi ciyus nih saya menemukan kenikmatan tersendiri kalau berkebun.Kalau sedang menanam saya merasa seperti lagi orang yang lagi pakai ectasy (haiyaaah gaya kaya udah pernah nyoba aja), asyiik sendiri maksudnya

Cukup banyak tanaman yang ada di rumah kami,coba saya  list yaa:

Tanaman Buah : Pohon Dewa, Jambu Cingcalo (yang ini super manis), belimbing buah, belimbing sayur (yang ini mudah2an jadi ladang sedekah saya karena banyak yang minta.hee), srikaya, kelengkeng dan sirsak (dua-duanya belum pernah berbuah).

Tanaman Bunga: Lilin mas,melati, Bakung, Bunga udel (?), jengger Ayam,Kumis kucing dan ada beberapa tanaman lainnya yang tidak berbuah maupun berbunga.

walaupun rumah saya cukup banyak tanaman tapi hampir 90%nya adalah warisan ibu saya.hehe. Pernah denger ngga kalau menanam itu tergantung tangan ? Ada yang bilang kalau tangannya dingin nanam apa aja biar asal-asalan pasti langsung tumbuh. Entah benar atau tidak, walaupun suka berkebun saya jarang berhasil dalam hal tanam – menanam. Boro- boro bisa berbuah/ berbunga yang sukses tumbuh subur aja jarang ( hiks…). Karena jarang sukses proses berkebun terutama menanam pasti jadi ritual yang sakral bagi saya, selama berkebun saya pasti komat kamit berdoa dan ngajak ngobrol tanamannya. Berdoa ?? Ngajak  ngobrol tanaman?? Yang ini saya tiru dari kebiasaan ibu saya, dulu ibu setiap mau ambil buah/ bunga hasil kebun pasti baca doa. Almh bahkan suka say hello sama tanaman- tanamannya.

Nah akhir – akhir ini Aura juga suka nimbrung kalau saya sedang berkebun. Mau tau apa yang bikin dia tertarik ? Cacing! Pasti dia tanya “Mah, ada cacingnya ngga?” Kalau ada pasti dia ambil pake sekop trus dia tunjukin ke si mba , biasanya si mba langsung ngibrit. Seneng banget dia ngegoda mbanya. Aura juga mulai saya kasih tugas untuk menyiram tanaman sebagai latihan baginya untuk belajar bertanggung- jawab.

Sejak awal tahun ini kami punya tanaman baru di rumah, yakni pohon pepaya California. Asli hasil karya sendiri bukan warisan dari ibu. Awalnya dari keisengan sehabis mengupas pepaya, saya mengajak Aura untuk menyebar bijinya di hal depan rumah. Sambil biji disebar berdoalah kami supaya kelak bijinya tumbuh. Berminggu – minggu setelahnya saya sudah tidak ingat sampai si mba memberikan laporan bahwa di halaman tumbuh beberapa pohon pepaya. Sambil kegirangan saya meminta mba untuk memindahkannya ke halaman luar pagar supaya bisa tumbuh. Lalu saya lupa lagi.hehe. Sampai suatu saat Aura menyampaikan  pada saya bahwa pohon pepayanya berbuah. Senangnyaaaaa!! Aura bertanya apakah sudah bisa dipetik untuk dimakan? Saya bilang tunggu sampai kulitnya semu merah. Maka menunggulah Aura…Kemudian apa?? Pepayanya dicuri!! Buah pepaya yang dinanti Aura hilang satu persatu. Geramlah Aura…Sampai hari ini sepulang kantor saya menemukan tempelan di Pohon kami :

Pohon pepaya aura

Masih belum jelas ? Saya zoom ya tulisannya

Jati Uwung-20130319-00663

 

 

Belum jelas juga??

Saya bantuin baca yaa :

PERHATIAN

Tidak ada yang metik buah pepaya Aura !!

 

Hehehe. Dasar anak- anak, mereka selalu punya sesuatu yang bikin kita Amaze.

Note : Biasanya tulisan kakak jauh lebih baik, tapi kali ini dia baru belajar tulisan sambung.

 

Kenapa selingkuh ???

Sebenarnya paling takut nulis topik ini. Takut Salah, wong ( Alhamdulillah) belum pernah mengalami. Takut menyinggung perasaan orang (maaf yaa tapi ciyus deh tulisan ini bukan untuk memojokkan pelakunya) dan masih banyak takut-takut yang lainnya.

Tapi gara-gara suatu Subuh di group BBM milik keluarga saya muncul pertanyaan sbb :  “Kenapa sekarang banyak sekali perceraian ? Kira -kira kenapa bercerai?” Mulai lah group itu rame ber tangtong- tangtong. Ada yang menjawab serius lebih banyak lagi jawaban yang konyol. Sampai akhirnya tante saya si pemberi pertanyaan menutup sayembara dengan jawaban : “Karena ada pernikahan ( guuuuubrak!!)”. Nah diantara jawaban tersebut ada tersirat salah satu penyebabnya adalah perselingkuhan. Jadi gatellah saya menulis topik ini ( nyengir lebar)

Jadi kenapa selingkuh ? Ketika yang kau selingkuhi adalah hasil pilihanmu sendiri. Salah pilih ? Hello….bukankah kita harus bertanggung jawab atas keputusan yang telah kita buat.

Tidak bahagia ? Bukankah kebahagiaan bisa diusahakan..bila bisa mengusahakan dengan orang lain tentu akan lebih mulia jika kau mengusahakannya dengan pasanganmu.

Jadi kenapa selingkuh ? Apakah karena iseng ..kebanyakan uang?? ada teman yang cerita bahwa ayahnya selingkuh dan menghambur-hamburkan uang untuk selingkuhannya,  pernahkan berpikir bahwa pintu rizkimu bisa terbuka lebar karena doa pasanganmu ?

Pasangan kasar? tidak menyenangkan? Well selama dia bukan penjahat psikopat pat pat gulipat..saya yakin masih ada sisi baik dari dirinya. Lihat dan bangkitkanlah sisi itu…rayu dia..pancing dia. Yang mau tahu caranya tanya Piko (tarif? negotiable. Jiaaahh dagangin laki) dia berhasil mengeluarkan sisi baik saya diantara segambreng sifat saya yang nyebelin ( menundukkan kepala instropeksi diri). Beneran ngga ada baiknya?? Kalau ini jangan selingkuh..langsung aja minta pisah.. tapi masa sih ngga ada baiknya? Lah dulu maunya karena apanya donk.

Jadi kenapa selingkuh? Bosan? Jenuh? Hubungan yang sudah lama terasa hambar? Pernah ngga terpikir bahwa pasanganmu merasakan hal yang sama?? Kalau dia bisa mempertahankan komitmen denganmu kenapa kamu engga??!

Istri melar ? Udah ngga cantik? Dasteran? Bukankah badannya berubah karena telah melahirkan anak-anakmu. Kerut wajahnya karena ikut memikirkan persoalan- persoalan hidup kalian ( yang ini jawab sambil meratapi nasib…). Apabila tak cukup bagimu melihat anak-anakmu tampil menarik..dan bila tetap ingin dia seperti dulu toh  ini bukan hal yang susah, modalin aja dia ngegym..nyalon dll ( lirik piko).

Tulisan ini saya buat karena saya prihatin, semakin banyak orang disekitar saya yang menunjukkan indikasi kesana. Bukan untuk menilai apalagi menghakimi karena saya yakin itu bukan urusan saya sama sekali. Tulisan ini hanya kumpulan pertanyaan saya tentang penyebab selingkuh, kalau ngga percaya coba deh itung ada berapa tanda tanya yang udah saya tulis ( nyengir lagi). Yang walaupun jawabannya saya ketahui tetap tidak akan pernah bisa saya pahami.

Atau seperti jawaban alm papa saya ketika waktu kecil saya pernah tanya kenapa orang selingkuh (hmmm…aneh ya saya..kecil- kecil udah tertarik ma topik selingkuh). Papa dulu mengumpamakan selingkuh seperti jika kita tiap hari makan nasi dan kadang-kadang pengen makan Roti bukan berarti udah tidak suka sama nasi atau ada yang salah dengan nasinya. What??? Sesimple itukah…Ngga kebayang kalau aku jadi nasinya (garuk-garuk tembok) ngga relaaaaaa.

Atau kaya piko bilang, selingkuh itu bukan hal yang bisa diketahui penyebabnya, dinilai pelakunya, atau diuruscampuri apalagi dijamin ketidakmungkinannya. Karena bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja ( hmm…kamsudnya apa nihh..si pik-pik ngomong gini ..curigation mode : on). Tugas kita cuma berdoa supaya dijauhkan dari hal-hal seperti itu. Kalau terjadi ?? Ya diselesaikan dengan cara yang sebaik-baiknya (pake dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya ngga pik?).

So berdoalah saya, semoga kami bisa diberikan ketetapan hati untuk saling menyayangi satu sama lain, menjaga komitmen ijab Qabul. semoga Allah menjauhkan kami dari penggoda-penggoda terlebih dari menjadi penggoda pasangan orang lain. Agar kelak anak- anak kami bisa dengan bangga  berkata “kami anak-anak dari pernikahan yang bahagia”. Aamiin

Jadi, Kenapa selingkuh ??? 

Khawatir ? jangan lebay ah

Dulu saya tidak pernah mengerti kenapa mama sebegitu paniknya jika saya pulang telat. Kenapa selalu menelpon menanyakan keberadaan saya. Sekarang saya mengerti…

Banyak hal yg dapat membuat kita khawatir dalam hidup ini, terutama ketika menjadi orang tua. Mulai dari fase kehamilan (Apakah janin saya sehat? Perkembangannya normal?). Proses kelahiran (Bagaimana posisi janin? Uang untuk melahirkan? Sanggupkah melahirkan normal?) sampai ketika anak terlahir pun akan lebih banyak kekhawatiran orang tua (Apakah anak saya bisa berjalan, berbicara, apakah anak bisa mengikuti pelajaran sekolah, apakah saya mampu membiayai sekolahnya dll). Hayooo….siapa yg  ngalami hal diatas acung jari ??

setidaknya itu hal- hal yg sudah saya alami. Anak tertua saya berumur 5 thn dan saya yakin semakin besar dia akan semakin banyak kekhawatiran saya (Apakah akan mendapat jodoh yg baik misalnya..hehe).
Saya tidak bisa membayangkan kalau ada orang tua yang tidak mengkhawatirkan anaknya (kalau ada kasih tahu saya !! ).

Khawatir dalam wiktionary didefinisikan sebagai :
Takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.

Sebagai orang yang (pernah) belajar psikologi saya tahu rasa khawatir tidak lepas dari pengharapan.Dan pastinya pengharapan orangtua terhadap anaknya sangatlah besar. Semua orang tua pasti menginginkan agar anaknya bisa lebih baik dari dirinya.
Rasa khawatir bukanlah hal yang buruk menurut saya,asalkan kita tidak menjadi parno-an dan dapat mengarahkannya ke hal yang positif.

Sebenarnya rasa khawatir dapat memacu respon psikologis menjadi lebih aware/siaga.Nah..rasa siaganya ini yang perlu kita kembangkan..agar rasa khawatir ini bisa menjadi hal yg positif.

Misalnya begini : Habis membaca artikel tingkat kenaikan biaya pendidikan saya langsung khawatir apakah saya bisa menyekolahkan anak-anak saya sampai tingkat universitas?? ya khawatir lah wong uang di bank numpang lewat hanya untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan membayar cicilan hutang kami.hehe.
Khawatir? Ya! Parno? No way !!
Daripada ngga bisa tidur mikirin ngga bisa nguliahin anak, mending saya ngga tidur karena browsing cari tips menyiapakan dana sekolah anak (nyengir lebar)

Karena khawatir, saya lebih aware terhadap dana pendidikan shg berusaha cari tahu cara efektif menyiapakan dana sekolah anak dan berusaha menyisihkan uang dari penghasilan kami yang tidak seberapa ini.
Saya belum tahu apakah yang saya lakukan ini akan efektif pada saatnya anak – anak saya membutuhkan uang utk sekolah nanti,setidaknya sudah ada langkah real utk melawan kekhawatiran saya 🙂

Jadi ngga boleh khawatir ?? Boleh kok .. kan memang hidup tidak selalu mulus ,things are not always as expected.

Asal… kalau sudah khawatir cari solusinya. Quotes kerennya “When it Rains, look for Rainbow. when its Dark look for Stars” (ini copas dari DP BBM teman. hehehe)

mau saran yang agak religius  ?

Setahu saya Muslim tidak boleh khawatir berlebihan , karena Masa depan adalah kepunyaan Allah. Apa-apa yang terjadi pada kita telah dituliskan olehNYA bahkan sebelum kita diciptakan. Khawatir berlebihan menurut saya sama saja tidak percaya sama kesempurnaan rancang bangun hidup kita yang dibuat Allah. Tugas kita hanya berusaha dan bersabar.

Dan sungguh kami akan berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta , jiwa dan buah-buahan dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. ( QS : Al Baqarah :115 ).

Belajar dari Aisyah binti Abu Bakar Ra

Tadinya pengen nulis judul ” Ingin menjadi seperti Aisyah Ra”…Tapi langsung sadar diri. Who am i ???? Pengetahuan agama cetek.melaksanakan ibadah masih sekadar gugur kewajiban (Hiks…semoga ALLAH  bisa menjadikan saya hambaNYA yg lebih baik lagi). Kayanya masih jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh kalau ingin seperti Beliau. Jadi cocoknya saya beri judul “Belajar dari Aisyah binti Ra”.

Dulu waktu masih pakai modem colok saya paling males buka you tube, selain karena ngabisin pulsa saya paling jengkel sama bufferingnya. Tks to Fi.rs.M..ia sekarang saya jadi suka buka- buka you tube. Kerennya lagi bisa buka beberapa windows pada saat bersamaan euy… (maafken kenorakan saya). Nah sekarang di you tube saya lagi gandrung nonton Yusuf Este. Ada salah satu videonya amat menohok saya . Pak Yusuf memberikan penjelasan yang sangat bagus tentang pernikahan Rasullulah dengan Aisyah Ra ( Banyak yang mempertanyakan pernikahan Rasullulah dengan Aisyah yang masih kanak-kanak). Dikatakan di videonya dari sekitar 2200 hadits yang disampaikan oleh Aisyah tidak ada satu pun yang menjelekkan Rasullulah bahkan sampai akhirnya hayatnya tidak ada satu perkataan buruk pun yang keluar tentang suaminya itu. Yusuf este bahkan membandingkan kisah cinta aisyah ini dengan kisah Romeo Juliet, yang pada saat beliau menceritakannya kisah  Romeo Juliet terdengar sangat konyol.

Lanjutnya lagi Yusuf este mempertanyakan “Apakah kau tahu satu orang saja wanita jaman sekarang yang tidak pernah berucap buruk tentang suaminya?? Mungkin tidak seumur hidup? satu tahun ? satu bulan?”

Waduuuuh…. ada ngga ya ? Kayanya hampir semua kenalan saya yang perempuan, pasti pernah ngomongin kejelekan suaminya ( termasuk saya!). Ada sih teman saya yang cerita kalau dia baru tahu hal yang kurang baik tentang ayahnya setelah beliau meninggal karena ibunya baru cerita setelah ayahnya itu meninggal. Kan keren tuhhhh kalau bisa jadi wanita seperti itu, selain terhormat, anak tambah respek dan sayang sama ibunya dapet bonus pahala juga ( Insya Allah).

Jadi… saya mulai berjanji pada diri saya untuk mulai mengurangi kebiasaan buruk ini ( Belajar itu harus ada perubahan kan.. kalau ngga berubah ya ngga belajar). Eh pada lihat kan.. saya nulis mengurangi ( kasih underline), bukan berarti tidak mau menghilangkan ya…tapi  menghilangkan kebiasaan buruk itu susah dan perlu dilakukan bertahap. Bikin tulisan ini juga termasuk langkah saya untuk untuk mengurangi.. kan nanti yang baca tahu  dan mudah2an bisa ngingetin saya kalau saya lagi ngomongin jeleknya suami. Mudah2an juga suami saya juga ngga gampang ngumbar kejelekan saya di depan orang lain terutama anak- anak kami ( Aamiin)

Jadi niat ini saya mulai dengan Bismillah. Semoga saya bisa jadi Istri yang lebih baik. Beside that sepertinya ngga susah untuk ngga ngomongin hal yang jelek tentang Piko. He’s perfect! Alhamdullilah.