Cerita tentang Ast Rt

Tiba – tiba ingin tulis topik ini gara- gara habis kedatangan mba PRT tetangga sebelah.hehe.

Sebagai ibu yang bekerja di luar rumah, saya menjadi tergantung pada profesi yang satu ini. Sumpah deh sampai sekarang saya masih heran kenapa para emak di Barat sana bisa bekerja tanpa harus tergantung sama PRT (mungkin karena daycare sd menjadi hal yang umum kali ya…hmm). So let the story begin, inilah mereka-mereka yang pernah hadir dalam hidup saya :

Mpok

Alm ibu saya dulu juga pekerja luar rumah, jadi bisa dibilang saya tumbuh besar bersama Ast RT  (tumbuh besar loh yaaa… bukan dibesarkan oleh). Di rumah saya mereka dipanggil mpok. mereka ? iya karena lebih dari satu. mpok2 yang ada dirumah saya tiga kakak beradik. Mpok Ami, Mpok Imah dan Mpok kecil (sebenarnya namanya Ipah tapi karena dia yang paling kecil  dan juga badannya kecil jadi dipanggil kecil). Masing – masing punya spesialisasinya Mpok Ami yang tertua sangat jago masak…meski buta huruf tapi si mpok ini sangat cerdas.Diajari ibu saya sedikit lgs nyantol.Masakannya endang – endang..sampai sekarang saya belum menemukan sayur asem seenak bikinannya( slurrp..ngences).Yang tengah namanya mpok imah spesialisasi anter jemput dan mengurusi keperluan sekolah kami. terakhir ya mpok kecil alias mpok ipeh ini yg paling ganjen..tapi paling rapih beberes rumahnya.

Seingat saya mereka sudah bekerja sejak saya TK…terus berlanjut sampai orang tua saya pensiun.Seiring perjalanan waktu (mereka menikah dan punya anak) dan keadaan ekonomi, ibu saya hanya mempekerjakan seorang dari mereka.Tapi senangnya meski yang dipekerjakan hanya satu man power ast rt ibu saya ttp tiga.Jadi kalau ada satu yg pulang kampung utk istirahat, yang lainnya pasti subtitusi.

Bagi kami mpok2 ini sudah bukan orang luar sudah seperti anggota keluarga sendiri, mpok yang ajari  saya naik sepeda,yg ikut ‘seleksi’ calon hidup kami (salah satu sebab saya bisa menikah dengan piko ya karena si mpok ini.hehe), mpok yang ikut merawat ayah saya ketika beliau stroke sebelah (tanpa rasa jijik mau ikut membersihkan kotoran ayah). Senangnya sampai detik tulisan ini dibuat para mpok masih ada di kehidupan saya dan hubungan kami masih terjalin baik.

Mba Yani

Setelah berubah tangga, ast Rt pertama yang saya punya namanya mba Yani.  ketika datang pertama kali dengan dandanan Harajuku..Rambut shaggy panjang,rok mini dan legging 3/4.Sempat meragukan kemampuannya, tapi ternyata kerja TOP MARKOTOP! Hari pertama kerja bangun jam 4 pagi, jam 8 rumah saya baik bagian dalam dan kebun sudah seperti disulap jadi kinclong, masakan sudah tersedia di meja.Dan itu tanpa saya ajari sedikit pun..Selain Jago masak dan beberes rumah, mba yani juga temen ngemall yang asyiik.Tiap Hari Sabtu kita pasti ngemall bertiga dengan aura.Sebagai ABG selera fashionnya juga lumayan, saya cukup terbantu memilih belanjaan . hehe.

Poin minusnya mba Yani agak ketus dan kurang sabar terhadap anak.( Ini saya ketahui setelah ybs berhenti ada tetangga yang bilang aura suka diteriak2in olehnya).

alasan berhenti : setelah 2 tahun kerja akhirnya si mba berhenti karena diteror ibunya untuk menikah.Maklum umurnya sudah 25th (kalau di kampung umur segini belum menikah malu2in katanya). Tapi  kami masih terus berhubungan baik sampai saat ini lewat sms. Si mba bbrp kali juga melamar kerja kembali tapi tidak saya terima ( lah wong …mau kerja karena mau kabur dari suaminya. habis ga cinta katanya.tepok jidat deh).

Lepas dari mba Yani, saya sempat mencoba ast rt yang pulang pergi (tidak menginap) Tapi saya merasa tidak cocok dengan sistem PP seperti ini. Kenapa ? Pertama karena saya tidak bisa mengakrabkan diri dengan mereka (iyalah wong mereka datang saya lgs serah terima utk berangkat kerja…saya pulang kerja mereka lgs serahterima untuk pulang). Karena tidak bisa mengakrabkan diri saya merasa jadi tidak mengenal pribadi mereka dan saya jadi was was menitipkan anak saya. Pembantu PP pun kurang rasa memilikinya thdp rumah, mereka hanya mengerjakan pekerjaan sebatas gugur kewajiban saja. Ini menurut saya loh yaa.. banyak orang yang lebih suka dengan konsep PP ini.

So akhirnya saya kembali ke Ast Rt yg menginap

BIBI SUN

Bibi Sun  Ast RT yang paling ‘luar biasa’ yang pernah saya punya. Saya lupa nama panjangnya, tapi dia memperkenalkan dirinya sebagai bibi sun.Diimport lgs dari serang Banten. Meski Serang bukan daerah Primitif, tapi bibi sun ini luar biasa Primitif untuk ukuran jaman sekarang. Setelah hari pertama kedatangannya saya berbincang- bincang dan memberi pengarahan singkat, hari – hari berikutnya selalu diwarnai kejutan. Pertama, bi sun tidak mengerti memakai alat RT listrik.HELLO?! hari gini? tp ini serius si bibi bahkan tidak bisa menyalakan saklar lampu.Jadi begini ceritanya hari kedua dia di rumah kami sekeluarga ada keperluan ke luar rumah. Kembali pada saat magrib saya terheran-heran kenapa rumah gelap gulita.Pikiran buruk segera menghantui saya…lgs saya berteriak memanggil bibi..eh ternyata yg dikhawatiri malah sedang dudukbengong.

saya :Bi, sedang apa ? kenapa bengong

bibi: ga, kenapa2 bu habis gelap

saya : kenapa lampunya tidak dinyalain bi ?

bibi : ga bisa….(hadehhhhh…spechless)

Sejak saat itu saya lgs kasih training ttg pelistrikan ke si bibi.Hasil intv saya di rumah bibi memang ada listrik tapi nyantel dari tetangganya (mungkin cm utk lampu penerangan saja)

Kedua, Bibi tidak bisa pakai kompor gas! dan tidak bisa masak. Jadilah semenjak ada dia di rumah saya yang pusing memikirkan makanannya. Tiap pagi rempong masakin buat keperluan bibi. Benar – benar special buat dia karena semenjak ada bibi aura diungsikan ke rumah nenek (piko takut keselamatan anaknya) plus saya dan piko lebih sering makan di luar. Lucunya setiap saya masak si bibi slalu menunggu dgn setia disamping saya (tanpa menawari bantuan) dan langsung ambil nasi lalu makan begitu masakan sudah matang ( ini siapa yang pembantu siiih).

Hal- hal luar biasa lainnya :

-Menyapu lantai kotorannya bukannya dikeduk malah dikumpulin di pojokan.

-Menyetrika baju dan memakai semprotan pewangi pakaian bibi malah terbalik shg menyemprot mukannya.

– Menyiram kebun, karena di rumah saya cukup banyak tanaman saya mengajari bibi untuk menyiram dengan mengunakan selang. Apa daya selangnya malah nyemprot kemana2 jadi dia maunya pakai ember.Kegiatan menyiram selesai baru selesai setelah satu jam.

– Kalau sedang makan mengeluarkan suara cap berisik sekali.

Walaupun keluarbiasaan ini sudah terlihat di hari pertama dia kerja, namun saya tidak sampai hati memberhentikannya kerja. Karena terus terang saya miris kenapa masih ada SDM di Indonesia yang seprimitif ini  ( mungkin ini salah satu sebab knp banyak Ast RT yg ditindas), disamping itu bibi benar- benar membutuhkan uang. Sampai akhirnya ada satu kejadian, aura salah arah membuka pintu ram nyamuk di kamarnya sehingga engselnya patah dan pintu copot. Naasnya setelah copot pintu itu hanya disenderkan saja di dpn kamar shg saya yg td tahu lgs tertimpa pintu ketika hendak membukanya. Saya yang waktu itu sedang hamil besar EL lgs jatuh terduduk (tertimpa pintu pula). Mur dan paku payung gorden bertebaran dimana, bukannya membantu bibi hanya melongo. Genap satu bulan saya melakukan PHK thdpnya, saya bilang mohon maaf bi tp karena bibi saya anggap td cukup membantu maka bibi saya berhentikan.

mau tahu komentar suami saya tentang Ast Rt yg satu ini ? Piko bilang :’mungkin bi sun sebenarnya orang kaya kali neng..makanya dia ngga bisa apa-apa.Dulu mungkin waktu suaminya masih hidup pembantu dirumahnya ada sepuluh”.haduuuuh pik pik ada ada aja kamu.

Mba Yanti

Blessed in the sky. Datanglah rejeki saya mba Yanti. piko dan saya bilang Yanti ini refugee…lari dari majikan yang menahan gajinya selama 2 tahun kerja. lari dari majikan yang tidak memberikan kesempatan untuknya beribadah. Timmingnya tepat sekali pada saaat menjelang kelahiran El. Jago masak,kepribadian dan cara kerjanya sangat baik (ga boleh bilang sempurna).  Alhamdulillah genap setahun sudah yanti bersama kami, dan dia sukses membuat saya tambah males ( hehe..nyengir malu)

Oh ya balik ke PRT tetangga saya tadi. Si mba ini dari dulu sukanya ‘mendewa-dewakan’ majikannya di depan Yanti tapi pada saat yang bersamaan suka ngajakin pindah kerjaan. Lucunya sifatnya bertolak belakang sama sifat kakaknya. Dulu kakaknya melamar ke tempat saya untuk mengasuh el, eh pada saat interview dese malah menjelek-jelekkan majikannya. Katanya anak majikannya bandel lah habis ngepel mainannya sudah berantakan lagi. tanpa pikir panjang saya coret dia dari daftar calon pengasuh el. Karena prinsip saya kalau ada orang yang suka ngomongin orang pasti dia akan melakukan hal yang sama ke kita.

Nah si mba ini ceritanya datang lalu mendewa-dewakan majikan barunya, tapi sepulangnya si mba cerita kalau dia pengen balik lagi ketempat kerja yang lama. Aneh kan ??!

Yang jelas saya merasa bersyukur sekali saat ini diberikan rejeki adanya duet mba – mbah. Pekerja di rumah kami, yang walaupun ada kekurangnnya tapi sudah lebih dari cukup membantu rumah tangga saya.Oh ya Mbah ga saya tulis reviewnya habis sudah kepanjangan.

Ohya ada bonusnya, si mpok sekarang kerja di rumah tetangga depan rumah saya. Jadi saya merasa lengkap karena ada orang dari masa lalu saya yang ikut mengawasi anak-anak.

Alhamdulillah ! 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s