Rappor kakak

Beberapa hari yang lalu saya datang ke sekolah aura untuk pengambilan rappor Semester I TK B.

Secara keseluruhan nilai aura termasuk baik, kakak bisa mengikuti pelajaran di sekolahya. Namun ada catatan khusus yang diberikan oleh ibu wali kelas. katanya, “kaka sering sekali terlihat asyik mengobrol di kelas pada saat pelajaran berlangsung.” Pada saat ujian berlangsung lebih senang untuk berkeliling “mengajari” teman – temannya mengerjakan ujian, padahal ujiannya sendiri belum dikerjakan sedikitpun (hadeeeh..tepok jidat ).

 

Laporan yang kurang lebih sama dulu juga saya terima dari wali kelas aura ketika TK A. Saya hanya tersenyum saja mendengarkan hal ini. Terlepas dari pandangan para guru apakah tingkah anak saya ini sebagai sesuatu yang baik atau tidak, saya memandang laporan ini sebagai laporan kemajuan.Loch kok ???

Nah loh …heran kan? Saya jamin  kalau guru kaka tahu mereka akan sangat kebingungan, kok bisa – bisanya saya menganggap ini sebagai laporan kemajuan ?

Begini ceritanya Flash back ketika kakak umur dua tahun lebih bbrp bulan, kami memutuskan untuk memasukkan aura ke playgroup. Sempat susah juga cari sekolah yang mau terima anak umur segini.Tapi alhamdulillah setelah melalui proses maksa – maksa akhirnya ada sekolah yang mau terima.Loch ko tega ??( Kayanya tulisan saya kali ini banyak kata “Loch”nya ya…hihi)

Keputusan kami menyekolahkan aura secara dini ini bukan karena kami ingin punya anak ajaib yg jago calistung sejak usia dini, karena kami berpendapat td ada gunanya anak batita bisa jago calistung ( pada usia ini saya lebih senang aura minta saya utk bacakan cerita daripada dia sudah bisa baca sendiri).Bukan juga karena ikut – ikutan tren untuk nyekolahin anak.

Pertimbangan kami semata – mata karena kami ingin kakak untuk bersosialisasi.Ciyus!!! Kami berdua bekerja, senin – Jum’at 8 -5. Aura tinggal dirumah berdua saja dengan  ast RT. tetangga kiri kanan seusia alm ibu bapak saya, anak – anaknya ya sudah besar – besar jadi boleh dibilang tidak ada anak seumuran kaka.

Daripada meninggalkan kaka di tangan si mba yang kemampuan mendidiknya tidak jelas. Maaf kalau terdengar kasar tapi ini kenyataannya si mba saya hanya lulusan SMP ( katanya )  masih sangat belia jangankan mengasuh anak..mengasuh adik saja belum pernah.Tapi eitts bukan berarti si mba bukan pengasuh yang baik yaaaa. Dalam hal tertentu si mba malah punya skill diatas saya, kesabaran misalnya ( hmmm ).

Nah di playgroup ini kemampuan sosialisasi aura mulai berkembang. Yang pada awalnya sejak bel masuk sampai bel pulang berbunyi tidak bertegur sapa sepatah kata pun sama teman kelasnya. sibuk sendiri mengerjakan tugas dari guru,hampir selalu jadi yg plg cepat myelesaikan tugas. Sampai – sampai banyak ibu – ibu yg memarahi anak2nya krn tidak secepat aura mengerjakan tugas.Sebenarnya saya tidak setuju dengan konsep pg aura ini, menurut saya  pg itu bukan duduk di kursi 2 jam dan menulis.Seharusnya pg menyanyi, menari pokoknya bergerak bermain.

Rappor pertama diterima dari guru PG , selain tentang perkembangan kemampuan calistung ada catatan yg perlu diperhatikan : Aura pilih – pilih teman !!!! Bu guru bahkan bilang she’s got those judgmental looks. Ngeliat dari atas ke bawah, ujung rambut sampai ujung kaki. Anak jorok, ingusan (dalam arti sebenarnya) dan yg g masuk standart kaka ( only she knows ) jangan harap bisa jadi temannya. Padahal kaka selalu menarik anak – anak lain untuk mendekatinya ( mungkin karena cantik yaaa ). Kalau ngemall selain bapak – ibu selalu saja ada anak – anak yang menghampirinya.  Ada anak yang tawari makanan, balon, ngajak  ngobrol.tapi ya itu kaka selalu ngelengos!

Berjalan waktu, di TK kakak sudah mulai bisa bergaul dengan berbagai macam tipe temannya. Mulai bisa membuka pembicaraan, bisa berbagi. Bahkan sekarang rumah jadi basecampnya teman – teman kaka.Tiap sore hari depan rumah selalu penuh dengan anak2. Minggu pagi sering sekali ada teman kakak yang nyelonong masuk bangunin aura.

See, td salah kan kalau saya bilang sebagai laporan kemajuan :). Kemajuan yang diukur dari perkembangan diri sendiri bukan dari standart obsesi orang tua bukan dari hasil militeri.

Waupun tentu saja bukan berarti hobi mengobrol sesuatu yg 100 %  yg dapat dibenarkan ( ya salah lah wong ngobrolnya jam pelajaran! ). Banyak yang Aura dan kami harus pelajari tapi kami sepakat untuk mempelajarinya dengan cara kami, yakni dengan dgn proses, dgn penghargaan, dgn kesadaran diri dan yg jelas harus FUN dan tanpa trauma.

Bismillah….( Ya rabb bimbinglah kami untuk membimbing mereka dengan baik) Aamiin

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s