Taman Safari 2012

Liburan akhir tahun ini kami pergi ke taman safari cisarua bogor.ini adalah kali pertama buat el, kali ke empat buat aura (hmm brarti tiap tahun ya kk ke safari) dan entah kali keberapa buat papa – mama.
Bersyukur pekerjaan papa memungkinkan untuk berkenalan dengan para ‘Juragan Besar’. liburan kali ini kami mendapat potongan harga dari salah satu pemilik Taman safari Bpk Hans M (biasanya sih full gretongan tapi malu ah kalau ga modal terus .hihi ).

Ke safari kali ini kami mengembang misi khusus, yakni mengenalkan El dengan aneka satwa sekaligus nyenengin si mba yg sd 1th menjadi super asst di rumah kami ( mba blum pernah ke safari ).

Selanjutnya biar foto yg bicara yaaaaa…

ngga kebagian karavan…hiks

tarif kamar

tarif kamar

Mama menghayal punya view yg kaya gini di rumah
view dari kamar

el hebat!!!!! bocah 1 thn brani ksh makan banteng (eh …ini bener banteng kan yaa..bukan sapi ??)
hello

ini kami..minus mba yanti 🙂
fam pic

Sekadar info bagi yg ingin ke taman safari (data per tgl 24 – 25 des 12 )

Tiket masuk dewasa :Rp.140.000
Anak dibawah 6th :Rp.130.000
Tiket terusan untuk main di wahana : Rp.40.000

Bagi yg menyewa penginapan harga sewa sudah termasuk tiket masuk sejumlah kapasitas kamar (mudah2an ngerti..bingung ngejelasinnya). Sarapan buffet dengan berbagai pilihan menu. Saat kami disana sajiannya a.l nasi goreng, omelet+sosis , roti bakar, kwetiau, nasi putih dan sup bakso dan aneka minuman.Untuk rasa saya kasih nilai 8, hawa dingin membuat kami jadi gembul.

Liburan yang simpel tapi anak – anak dan mba terlihat senang plus dapat bonus tidak kena macet. Jalanan lancar jaya baik pergi dan pulang. 🙂 Alhamdulillah 🙂

Iklan

Rappor kakak

Beberapa hari yang lalu saya datang ke sekolah aura untuk pengambilan rappor Semester I TK B.

Secara keseluruhan nilai aura termasuk baik, kakak bisa mengikuti pelajaran di sekolahya. Namun ada catatan khusus yang diberikan oleh ibu wali kelas. katanya, “kaka sering sekali terlihat asyik mengobrol di kelas pada saat pelajaran berlangsung.” Pada saat ujian berlangsung lebih senang untuk berkeliling “mengajari” teman – temannya mengerjakan ujian, padahal ujiannya sendiri belum dikerjakan sedikitpun (hadeeeh..tepok jidat ).

 

Laporan yang kurang lebih sama dulu juga saya terima dari wali kelas aura ketika TK A. Saya hanya tersenyum saja mendengarkan hal ini. Terlepas dari pandangan para guru apakah tingkah anak saya ini sebagai sesuatu yang baik atau tidak, saya memandang laporan ini sebagai laporan kemajuan.Loch kok ???

Nah loh …heran kan? Saya jamin  kalau guru kaka tahu mereka akan sangat kebingungan, kok bisa – bisanya saya menganggap ini sebagai laporan kemajuan ?

Begini ceritanya Flash back ketika kakak umur dua tahun lebih bbrp bulan, kami memutuskan untuk memasukkan aura ke playgroup. Sempat susah juga cari sekolah yang mau terima anak umur segini.Tapi alhamdulillah setelah melalui proses maksa – maksa akhirnya ada sekolah yang mau terima.Loch ko tega ??( Kayanya tulisan saya kali ini banyak kata “Loch”nya ya…hihi)

Keputusan kami menyekolahkan aura secara dini ini bukan karena kami ingin punya anak ajaib yg jago calistung sejak usia dini, karena kami berpendapat td ada gunanya anak batita bisa jago calistung ( pada usia ini saya lebih senang aura minta saya utk bacakan cerita daripada dia sudah bisa baca sendiri).Bukan juga karena ikut – ikutan tren untuk nyekolahin anak.

Pertimbangan kami semata – mata karena kami ingin kakak untuk bersosialisasi.Ciyus!!! Kami berdua bekerja, senin – Jum’at 8 -5. Aura tinggal dirumah berdua saja dengan  ast RT. tetangga kiri kanan seusia alm ibu bapak saya, anak – anaknya ya sudah besar – besar jadi boleh dibilang tidak ada anak seumuran kaka.

Daripada meninggalkan kaka di tangan si mba yang kemampuan mendidiknya tidak jelas. Maaf kalau terdengar kasar tapi ini kenyataannya si mba saya hanya lulusan SMP ( katanya )  masih sangat belia jangankan mengasuh anak..mengasuh adik saja belum pernah.Tapi eitts bukan berarti si mba bukan pengasuh yang baik yaaaa. Dalam hal tertentu si mba malah punya skill diatas saya, kesabaran misalnya ( hmmm ).

Nah di playgroup ini kemampuan sosialisasi aura mulai berkembang. Yang pada awalnya sejak bel masuk sampai bel pulang berbunyi tidak bertegur sapa sepatah kata pun sama teman kelasnya. sibuk sendiri mengerjakan tugas dari guru,hampir selalu jadi yg plg cepat myelesaikan tugas. Sampai – sampai banyak ibu – ibu yg memarahi anak2nya krn tidak secepat aura mengerjakan tugas.Sebenarnya saya tidak setuju dengan konsep pg aura ini, menurut saya  pg itu bukan duduk di kursi 2 jam dan menulis.Seharusnya pg menyanyi, menari pokoknya bergerak bermain.

Rappor pertama diterima dari guru PG , selain tentang perkembangan kemampuan calistung ada catatan yg perlu diperhatikan : Aura pilih – pilih teman !!!! Bu guru bahkan bilang she’s got those judgmental looks. Ngeliat dari atas ke bawah, ujung rambut sampai ujung kaki. Anak jorok, ingusan (dalam arti sebenarnya) dan yg g masuk standart kaka ( only she knows ) jangan harap bisa jadi temannya. Padahal kaka selalu menarik anak – anak lain untuk mendekatinya ( mungkin karena cantik yaaa ). Kalau ngemall selain bapak – ibu selalu saja ada anak – anak yang menghampirinya.  Ada anak yang tawari makanan, balon, ngajak  ngobrol.tapi ya itu kaka selalu ngelengos!

Berjalan waktu, di TK kakak sudah mulai bisa bergaul dengan berbagai macam tipe temannya. Mulai bisa membuka pembicaraan, bisa berbagi. Bahkan sekarang rumah jadi basecampnya teman – teman kaka.Tiap sore hari depan rumah selalu penuh dengan anak2. Minggu pagi sering sekali ada teman kakak yang nyelonong masuk bangunin aura.

See, td salah kan kalau saya bilang sebagai laporan kemajuan :). Kemajuan yang diukur dari perkembangan diri sendiri bukan dari standart obsesi orang tua bukan dari hasil militeri.

Waupun tentu saja bukan berarti hobi mengobrol sesuatu yg 100 %  yg dapat dibenarkan ( ya salah lah wong ngobrolnya jam pelajaran! ). Banyak yang Aura dan kami harus pelajari tapi kami sepakat untuk mempelajarinya dengan cara kami, yakni dengan dgn proses, dgn penghargaan, dgn kesadaran diri dan yg jelas harus FUN dan tanpa trauma.

Bismillah….( Ya rabb bimbinglah kami untuk membimbing mereka dengan baik) Aamiin

 

 

 

cemburu pada adik

Beberapa waktu lalu,saya dan aura menonton sebuah film lama yg judulnya ‘Look who’s talking’ ( kalau tidak salah ).

Cerita filmnya sih biasa saja,genre drama keluarga.Namun yang membuat kami berdua tertarik menonton karena di film ini ada seorang anak balita dan adik bayinya yang digambarkan bisa bercakap – cakap ( ngobrol berdua antara si kakak dengan adiknya).Di film ini si kakak selalu menjahili adiknya serta tidak mau berbagi sehingga si adik seringkali menangis.

nah serunya ketika ada adegan si kakak terlihat sangat sedih dan kesal ketika orang tua mereka kegirangan memeluk dan menciumi adiknya karena bisa berjalan sendiri.Aura langsung saja memberi komentar : ‘ mah, itu pasti kakaknya lagi cemburu deh sama adiknya’.’ Pengen disayang juga sama papa mamanya’.

Komentar saya: ‘kayanya iya ra, mungkin kakaknya begitu karena dia tidak tahu kalau papah mamahnya dulu juga peluk dan cium dia ketika baru bisa jalan”.Emang iya mah? kata aura.’Iyalah kak,semua yg adik dapat pasti kakanya juga sudah lebih dulu dapat kan kakak itu lebih besar”

Film tsbt diakhiri ketika sang kakak bersusah payah menyelamatkan adiknya dari rumah mereka yg terbakar.Ketika sampai di luar rumah, si adik bertanya,”hei knp kamu menyelamatkanku’? Dan dijawab oleh si kakak, ‘karena aku kakakmu sudah tugasku untuk menjagamu lagi pula aku menyayangimu’.

Spontan aura bilang,’ua juga mau jaga el, habis ua sayang el.ga ada yang punya adik ganteng kaya el’ .Hehe sepertinya filmnya ngena nih 🙂 🙂

Eh tapi benar loh cemburu pada adik ini bukan perkara sepele,setidaknya ini yang saya alami.Beda usia yang cukup jauh antara aura dan el bukan berarti menghilangkan masalah cemburu ini.Awal – awal kehadiran el, aura sempat mengalami kemunduran.Dia jadi susah sekolah,beberapa kali mengompol ( padahal dari umur dua tahun kakak sudah tidak mengompol) dan sangat sensitive ( kalau tidak boleh dibilang cengeng).

Saya sempat kecewa dengan kemunduran aura ini karena merasa sudah mempersiapkan aura tentang kedatangan adiknya sbb:

Memberitahu

Ketika mengetahui positive hamil kami langsung memberitahukan kakak bahwa dia akan mempunyai seorang adik.Saya menyebut nama temannya yg sudah terlebih dulu punya adik.Saya sering memintanya untuk Say Hello pada dedenya di perut,mulai dari mengelus, mengajak ngobrol sampai nguping dedenya lagi apa.( present note : kalau boleh saran sebaiknya jangan diberitahukan sejak awal kehamilan.Pengalaman saya,krn  akan terlalu lama menunggu aura jadi berkurang antusiasmenya.Mungkin lebih baik  diberitahukan pada trisemester kedua ketika sudah ada perubahan pada perut ibu )

Pindah Tangan ke Ayah

Karena sadar akan sangat repot mengurus si adik ketika sudah lahir kelak, pelan – pelan saya mulai ‘memindah tangan’kan kakak ke papahnya.Dimulai dari hal sepele seperti buat susu,pilih baju, main bersama.Pokoknya secara bertahap kakak dikondisikan untuk lebih menghabiskan waktu lebih banyak dengan papahnya ( tengkyuh ya pikooooo).

Melibatkan

Walaupun adik belum lahir kami sering melibatkan aura dalam pengambilan keputusan tentang adiknya .Kami biarkan aura yg memilih perlengkapan untuk adiknya ( baju, sepatu dan barang – barang lainnya), kami meminta masukannya tentang nama apa yang akan diberikan kepada adik.Menemani tiap kami kontrol ke SPog,Aura pun ikut menemani proses kelahiran El di rumah sakit,melihat bayi el ketika baru lahir dan masih berlendir.

Menunjukan kasih sayang

Semua orang pasti menyetujui kalau bayi itu menggemaskan.bahkan pada saat mereka tidur pun kita bisa betah berlama- lama memperhatikannya.Kadang kita sering tidak sadar bahwa ada mata yang sedang mengawasi kita saat sedang ‘menikmati’ si adik.

Kami selalu menyadarkan diri untuk mencium si kakak terlebih dahulu sebelum mencium adik.

Mengobrol dengan kakak dahulu ketika pulang kerja sebelum menengok adik.( walaupun terkadang suka kelepasan juga siih).

Bahkan kami menunjukan kasih sayang sedikit lebih besar kepada kakak dengan pertimbangan bahwa adik masih bayi dan tidak aware akan perbedaan ini.

Well, walaupun hal – hal diatas telah dilakukan tetap saja kami mengalami kendala.Tetapi syukur alhamdulillah bukan kendala yang terlalu besar dan hanya sementara.

Berjalan waktu aura semakin menampakkan kebanggaan sebagai kakak.Dia membantu papah dan mamah mengurus el.Mengambil baju, popok, mengajak main sampai mengarang lagu khusus untuk el ( Mudah2an lagunya bisa saya posting disini).

we are so proud of you kak.muaaaah

panggilan

masih ( sangat ) ingat…

aura’s first word : ibu

Itu tuh kedengarannya indahhhhhh bgt. Plus dari awal memang pengen banget di panggil ibu :). Berjalan dengan waktu dan dengan bertambahnya kosakata si kakak ternyata dia panggil bapaknya : papah.

O’ooo lah gimana ini kok jadi ibu dan papah?? seharusnya pasangannya kan ibu – bapak atau papah – mamah.

Bertambah pergaulannya (mulai nenangga ) aura mulai panggil ibu – ibu sebelah rumah yg suka culik dia dengan ibu (lah emang mau dipanggil apa lagi?  tetangga saya anaknya sd seumur saya – jadi ketuaan / td pantes rasanya kalau dipanggil tante)

So.. akhirnya saya menyerah, daripada ga matching n rempong ngebedain sama ibu2 tetangga,saya mulai membiasakan diri untuk di panggil mamah.

Berjalan waktu lagi…panggilan kami berubah jadi papap -mamam, singkatnya pap – mam

Berjalan waktu ( hadeeh) tiba – tiba aura suka panggil kami papih – mamih! nah loh bawa panggilan darimana lagi nih si kakak.Merasa aneh ?! karena entah knp saya slalu mengkaitkan panggilan papih – mamih sebagai panggilan yg tidak me”rakyat”.Got the point??

Stiap aura panggil kami papih – mamih , pasti kita plesetin jadi papiko n mamiko.

So be it …jadilah sekarang kami ber miko – piko ria.

Sebenernya kalau ditelusuri perubahan panggilan ini bukan hal baru di keluarga saya.

Dulu sebelum saya lahir kakak- kakak saya panggil ibu ke almh, stelah saya ada n panggil mamah ke ibu kami.otomatis kedua kakak saya tsbt menyesuaikan.

Kemudian kami mulai smp – sma  panggilannya berubah jadi pap – mam.Ini panggilan official loh, panggilan resmi.Yang tidak resminya kami panggil kedua ortu kami emak – babeh.

Emak – babeh ini panggilan akrab alias kalau kami lagi ada maunya.hehe.kalau lagi ngerayu minta ini itu..kalau lagi ngumpul bareng di kamar ortu ( Ya Allah jadi kangen masa- masa itu ).

well ketahuan kan kalau buah tak jatuh jauh dari pohonnya 😛

Kita lihat sampai kapan panggilan ini bertahan..( nulis sambil penasaran nanti El akan panggil kami apa?)