get to know your kid

Baru – baru ini baca artikel menarik di urban mama, dengan judul seperti diatas.GET TO KNOW YOUR KID.

Pada artikel tsbt ditulis bahwa kita sering membuat percakapan yang membosankan dengan anak. Seperti : Bagaimana tadi di sekolah nak? Belajar apa? (Hayo yg sering nanya spt ini ancung tangan :)).Nah Biasanya anak kita kita menjawab dengan datar ” ngga ada apa – apa mah” atau “tadi belajar mewarnai mah”  trus sambil ngeloyor lanjut main.Walaupun saya sudah merasa “pintar’ dengan sedikit memodifikasi pertanyaan itu menjadi ” ada yang asyik apa di sekolah tadi kak?”( kalimat positif bertujuan membuat anak antusias bercerita ) jawaban anak saya pun tidak jauh berbeda.

Merasa tertarik dengan artikel tsbt , sepulang kerja saya langsung praktek ke aura.

Sambil naik motor ajak muter – muter di komplek mulailah percakapan kami :

Q1: kak, kalau kakak jadi binatang mau jadi apa ?

A: kelinci mah

M kenapa?

A :Soanya lucu, lembut dan semua orang suka.pokoknya kakak pengen disukain banyak orang

M: ( hmm… anak tipe I juga nih kayak emaknya )

Q2 Kalau kakak jadi pohon mau jadi pohon apa?

A: mau jadi pohon mangga

M : kenapa ?

A: Soalnya manis, trus buahnya banyak..makannya bisa banyak- banyak

M 😦 kebetulan saat ditanya memang lagi musim mangga plus harganya murah jadi stock di rumah berlimpah ruah, kalau lagi musim rambutan pasti si kakak juga pengen jadi pohon rambutan deh 😛 )

Beberapa hari setelah praktekin artikel itu ada kejadian lagi di rumah….

Pernah denger kata “To much love will kill you ” kan nah kalau yg berlaku di pada saya adalah ” Perfect family will kill you” ( Perfect dalam artian relative loh yaa…sesuai standart masing2 dan Kata Kill bukan dalam artian yang buruk).Nah…my perfect husband ini slalu bikin iri saya karena ( menurut saya ) anak – anak selalu menspecialkan dia.

Misal kalau papahnya pulang tingkat kehepi-an anak – anak menyambut papahnya lebih tinggi dibanding ketika saya pulang kerja.Anak -anak selalu ngelendot dan tertawa – tawa lepas saat dengan dia.

saya sih tidak terlalu terganggu dengan perbedaan ini, karena sering berpikir ” terang saja anak – anak lebih dekat dengan bapaknya wong selama ini yg berfungsi sebagai penegak disiplin ( belajar, larang ini itu ) ya saya.Kalau papahya ma superhero banget deh…pokonya everythinng is FUN !

Until…hari ini.Tidak lama suami pulang kerja, saya masuk kamar nge bobo in si bubuy.Yang langsung melek lagi n bercandaan begitu papahnya masuk.bercandaannya sambil nguap2 gitu.

Langsung deh saya ngomong “sudah atuh pah kasian tuh udah nguap2 gitu dipaksain bercanda..padahal tadi udah mau tidur kamu dateng langsung bangun”

“Cape nih aku ngipasinnya” ( yee padahal iri tuh bubuy bercandaan sama papiko )

Langsung aja suamiku jawab: sebenernya tidurin bubuy gampang kok asal KAMU KENAL ANAK KAMU.

Deg..langsung tertohok nih dengarnya ( apalagi belum lama baru baca artikel spt diatas ).Suamiku lanjut lagi “el itu tidak suka sempit, bantal – bantal dan guling dipinggirin aja…biar dia bolak balik trus dia itu kalau mau tidur suka bengong2 dulu jangan dipegang.Nah lo beda banget kan ,kalau saya malah suka pagerin dia sama bantal guling (takut jatuh soalnya) trus suka usap – usap kepala sama punggung( saya lakukan ini karena si kakanya suka plus karena semua mayoritas teman saya melakukan ini ke anaknya ). Pantes el tidurnya susah banget kalau sama saya.(tepok jidat ).

Setelah ini ada beberapa percakapan lagi antar kami yg kepanjangan dan terlalu personal untuk ditulis.

Intinya kesimpulan yang saya tarik baik dari artikel maupun dari suamiku itu adalah :

Apabila ingin kenal dengan anak – anak kita, yang harus kita lakukan adalah lebih sering berinteraksi (Usahakan interaksinya tidak monoton) dengan mereka, melihat dan memperlakukannya sebagai seorang pribadi yang utuh/unik .

Seperti kata kahlil Gibran :

Anak-anakmu

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupanyang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

 

Iklan

welcome

welcome…selamat datang.

ucapan itu untuk anda pembaca dan tentunya untuk diri saya sendiri.

welcome to my very first blog ( kepengen punyanya mah udah lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget..jgn tanya dari kapan ya ).Bertepatan dengan tahun baru islam 1434H, akhirnya bisa juga memaksa diri untuk memulainya. Blog ini saya buat sebagai catatan hidup saya ( forgetfull me.hehe) dan juga “warisan” untuk aura dan el ketika mereka besar nanti dan saya sudah tidak ada ( hiks.jadi sedih sendiri).

well sekian dulu pengantarnya..happy writting ( for me ) and happy reading ( for u all readers ).

Hope u’ll enjoy HARNICRAEL.